Hadapi El Nino, Kementan Dorong Petani Manfaatkan AUTP, Klaim Rp6 Juta/Ha

 

Kementan ajak petani manfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) hadapi El Nino. Cuma bayar Rp36 ribu, klaim gagal panen dapat Rp6 juta/hektare. Simak cara daftar dan klaimnya. ( Foto: ist) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak para petani di seluruh Indonesia untuk melindungi usaha taninya melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung pada 2026.

Melalui program AUTP, petani hanya perlu membayar premi sekitar Rp36.000 per hektare per musim tanam, karena sebagian besar biaya premi disubsidi oleh pemerintah. Sebagai imbalannya, petani berhak mendapatkan ganti rugi hingga Rp6 juta per hektare apabila mengalami gagal panen atau puso akibat kekeringan, banjir, atau serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). 

Sekretaris Jenderal Kementan, Suwandi, menjelaskan bahwa asuransi merupakan bagian dari strategi mitigasi pemerintah untuk meminimalkan risiko kerugian petani. "Kita ada asuransi. Jadi kalau mitigasi meminimalkan risiko dampak itu salah satunya ada asuransi," ujarnya saat ditemui di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (1/7/2026) .

Perlindungan di Tengah Ancaman El Nino

Fenomena El Nino yang diprediksi mencapai kategori kuat dengan peluang hingga 98% berpotensi menurunkan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia . BMKG memperkirakan El Nino akan berlangsung selama 9 hingga 12 bulan, sehingga kesiapsiagaan lintas sektor menjadi sangat krusial untuk meminimalkan risiko kekeringan dan gangguan produksi pangan .

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa berbagai langkah strategis telah disiapkan untuk menjaga ketahanan pangan nasional, termasuk akselerasi pembangunan infrastruktur pertanian seperti pompanisasi dan perbaikan irigasi. 

"El Nino itu diperkirakan sampai enam bulan, Insya Allah sektor pangan tetap aman," ujar Mentan optimistis. 

Namun demikian, Mentan menekankan bahwa kesiapan di tingkat petani menjadi faktor kunci. Pengelolaan air, kesiapan lahan, dan perlindungan usaha tani melalui AUTP perlu dilakukan sebelum dampak El Nino dirasakan. 

Cara Klaim Asuransi Rp6 Juta

Untuk mengajukan klaim AUTP, petani yang mengalami gagal panen dapat mengikuti prosedur berikut :

1. Lapor Kerusakan Tanaman: Segera laporkan kerusakan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) secara langsung, melalui telepon, atau pesan singkat, serta lengkapi dokumen melalui aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP).

2. Siapkan Dokumen Pendukung: Foto kerusakan tanaman dengan titik koordinat dan tanggal foto, salinan KTP, serta surat keterangan dari Kepala Desa jika lokasi tidak memiliki akses internet.

3. Proses Verifikasi: PPL atau Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) akan memeriksa kerusakan di lapangan. Hasil pemeriksaan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan yang diunggah ke aplikasi SIAP.

4. Pencairan Ganti Rugi: Setelah dokumen dinyatakan lengkap dan klaim disetujui, Asuransi Jasindo akan menerbitkan Discharge Form. Pembayaran ganti rugi dilakukan melalui transfer ke rekening kelompok tani.

Jaminan bagi Petani

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alam Syah, menekankan bahwa AUTP berfungsi sebagai jaring pengaman sekaligus instrumen stabilisasi produksi .

"AUTP memberikan jaminan finansial agar petani tetap bisa melanjutkan usaha taninya setelah mengalami puso. Dengan nilai pertanggungan hingga Rp6 juta per hektar per musim tanam, program ini menjaga siklus produksi tetap berjalan," jelasnya .

Program AUTP merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani . Dukungan terhadap program ini tidak hanya berasal dari pemerintah pusat, tetapi juga dari pemerintah daerah. Sejauh ini, sudah ada 13 provinsi yang berkomitmen melalui APBD I dan APBD II untuk mengasuransikan lahan sawah dengan total luasan mencapai 92.986,67 hektare. 

Bagi petani yang belum menjadi peserta AUTP, Kementan tetap memastikan mereka akan mendapatkan bantuan benih gratis apabila terdampak gagal panen. 

( berbagai sumber)