Indonesia dan India Sepakati Restorasi 224 Candi Perwara Prambanan, Proyek Konservasi Digarap Selama 10 Tahun

Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri) dan  Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi saat meninjau  Kompleks Candi Perwara Prambanan di Yogyakarta, Rabu (8/7/2026). (Foto: Humas Kemenbud)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID, YOGYAKARTA – Indonesia dan India resmi memperkuat kerja sama pelestarian warisan budaya dunia melalui program konservasi dan restorasi Kompleks Candi Perwara Prambanan. Kesepakatan ini menjadi salah satu hasil penting kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi ke Indonesia yang disambut Presiden RI Prabowo Subianto.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam Letter of Intent (LoI) tentang konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan sebagai bagian dari penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–India. Program ini akan dijalankan oleh Indonesian Heritage Agency bersama Archaeological Survey of India (ASI), lembaga arkeologi pemerintah India yang memiliki pengalaman menangani berbagai situs warisan dunia. 

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan, Prambanan bukan hanya kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, tetapi juga salah satu mahakarya arsitektur Hindu di Asia Tenggara yang mencerminkan hubungan panjang antara Nusantara dan India.

"Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia dan salah satu mahakarya arsitektur Hindu di Asia Tenggara. Relief Ramayana dan Krishnayana menjadi bukti nyata hubungan Nusantara dan India yang telah berlangsung selama berabad-abad melalui pertukaran gagasan, pengetahuan, seni, dan nilai-nilai budaya," ujar Fadli Zon. 

Program konservasi dirancang berlangsung selama 10 tahun dengan tahap pertama difokuskan pada 54 Candi Perwara di kuadran timur laut Kompleks Candi Prambanan. Pendekatan yang digunakan mengedepankan penelitian ilmiah, pertukaran keahlian, serta pemanfaatan teknologi konservasi modern. 

224 Candi Perwara akan Dipugar

Fadli Zon mengungkapkan fokus utama kerja sama ini adalah pemugaran 224 Candi Perwara yang mengelilingi candi utama Prambanan.

Hingga kini, baru enam candi perwara yang berhasil dipugar secara utuh. Sementara 218 lainnya masih berupa reruntuhan dengan ribuan batu andesit yang tersebar di berbagai titik kawasan.

"Keterbatasan metode dokumentasi yang komprehensif, bercampurnya batu-batu dari struktur candi yang berbeda, serta hilangnya sejumlah komponen asli menjadikan pemugaran candi perwara Prambanan sebagai salah satu pekerjaan anastilosis yang sangat kompleks," jelas Fadli Zon. 

Selain pemugaran fisik, proyek ini juga mencakup dokumentasi digital menggunakan teknologi LiDAR dan fotogrametri, penelitian arkeologi, kajian struktur, hidrologi, geoteknik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu rekonstruksi digital dan analisis teknis. 

Prabowo dan Modi Tinjau Langsung Prambanan

Presiden Prabowo Subianto bersama PM Narendra Modi turut meninjau langsung kawasan Candi Prambanan sebagai simbol komitmen kedua negara dalam menjaga warisan budaya dunia.

Dalam pernyataan bersama, Presiden Prabowo berharap kunjungan kenegaraan tersebut semakin mempererat hubungan bilateral sekaligus menghasilkan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.

"Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, saya ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Perdana Menteri Narendra Modi atas kunjungan kenegaraannya di Indonesia. Semoga persahabatan Indonesia dan India semakin kokoh, semakin erat, dan terus menghasilkan kerja sama yang nyata serta saling menguntungkan bagi kedua negara dan kedua rakyat kita," kata Prabowo. 

Sementara itu, Narendra Modi menyampaikan apresiasi atas komitmen Indonesia dalam melestarikan warisan budaya. Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga mempererat ikatan masyarakat kedua negara. 

Fadli Zon menegaskan proyek konservasi Prambanan menjadi salah satu capaian penting dalam kemitraan strategis Indonesia dan India. Ia berharap kerja sama tersebut dapat menjadi contoh bagaimana dua negara bersama-sama menjaga warisan budaya dunia untuk generasi mendatang. 

(Sumber: Kementerian Kebudayaan)