![]() |
| Indonesia resmi promosikan 6 bandara hub untuk perkuat konektivitas udara ASEAN-China. Ini daftar bandara dan strategi InJourney Airports menarik rute baru. (Foto: ist) |
GEBRAK.ID,JAKARTA - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) secara resmi mempromosikan enam bandara regional sebagai hub untuk memperkuat konektivitas udara antara Indonesia, kawasan ASEAN, dan Tiongkok. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya tren permintaan penerbangan dari Tiongkok ke berbagai wilayah di Indonesia yang tidak lagi terpusat di Jakarta dan Bali.
Promosi ini dilakukan dalam ajang Forum ke-17 ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements (ACWG-RASA) yang digelar di Yogyakarta pada 7-9 Juli 2026 . Forum yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan RI tersebut mengumpulkan 61 delegasi dari negara-negara ASEAN dan Tiongkok, serta 127 perwakilan dari maskapai penerbangan, operator bandara, hingga perusahaan manufaktur.
Daftar 6 Bandara Hub yang Dipromosikan
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi menyatakan bahwa forum ini menjadi ajang untuk memamerkan keunggulan kompetitif bandara-bandara Indonesia guna mendukung penguatan konektivitas udara ASEAN-Tiongkok. Keenam bandara yang dipromosikan tersebut adalah :
1. Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Yogyakarta
2. Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Lombok
3. Bandara Internasional Minangkabau di Padang
4. Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang
5. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar
6. Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado
Keenam hub regional ini terintegrasi dengan jaringan bandara lokal di sekitarnya, seperti Kendari, Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Timika, Jayapura, Kupang, dan Labuan Bajo. Hal ini memungkinkan penguatan konektivitas menjangkau wilayah yang lebih luas di seluruh kepulauan Indonesia.
Tren dan Potensi Pasar Tiongkok
Direktur Komersial InJourney Airports Veri Y. Setiady mengungkapkan bahwa penguatan konektivitas ASEAN-China menjadi fokus utama perusahaan sejalan dengan tren peningkatan permintaan penerbangan antara Tiongkok dan berbagai wilayah di Indonesia.
Data mencatat bahwa hingga Desember 2025, sebanyak 40,9 juta penumpang internasional dari 230 negara telah tiba di Indonesia, mencerminkan tingkat pemulihan (recovery rate) sebesar 110 persen dibandingkan masa sebelum pandemi. Pasar Asia menyumbang 67 persen dari total tersebut, dengan Tiongkok sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan.
"Permintaan penerbangan dari China ke Indonesia kini tidak lagi terpusat di Jakarta dan Bali," ujar Veri.
Berdasarkan data lalu lintas penumpang tidak langsung sepanjang 2025, sebaran penumpang asal Tiongkok adalah sebagai berikut :
· Pulau Jawa: sekitar 992.000 penumpang
· Bali dan Nusa Tenggara: sekitar 525.000 penumpang
· Sumatra: sekitar 169.000 penumpang
· Kalimantan, Sulawesi, dan Papua: mencatat pertumbuhan permintaan yang lebih kecil namun konsisten
"Sebaran ini menunjukkan minat penumpang asal China terhadap destinasi di Indonesia sudah sangat beragam secara geografis. Ini menjadi dasar kami untuk terus mendorong penguatan konektivitas langsung ASEAN-China, tidak hanya lewat bandara utama, tetapi juga bandara-bandara lain yang menjadi pintu masuk ke berbagai wilayah," jelas Veri.
Komitmen dan Dukungan Pemerintah
Dalam forum yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam mendorong integrasi layanan penerbangan antara ASEAN dan Tiongkok guna mendukung pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan industri penerbangan regional.
"Kemitraan yang kuat di sektor penerbangan akan membuka lebih banyak peluang bagi pertumbuhan ekonomi, pariwisata, perdagangan, dan mobilitas masyarakat. Untuk itu, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama fly higher, connect deeper, and build a vibrant aviation landscape," ujar Lukman.
Para delegasi juga diajak melakukan kunjungan langsung ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) untuk melihat fasilitas dan kesiapan bandara dalam mendukung penerbangan internasional. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Candi Borobudur untuk memperkenalkan potensi pariwisata unggulan Yogyakarta.
Langkah Strategis InJourney Airports
Sebagai salah satu operator bandara terbesar kelima di dunia yang melayani 162 juta penumpang di 37 bandara, InJourney Airports terus mengoptimalkan potensi bandara-bandara kelolaannya.
"Inisiatif ini juga merupakan bagian dari upaya kami yang lebih luas untuk mengoptimalkan aset InJourney Airports," tambah Mohammad R. Pahlevi.
Langkah ini sejalan dengan konsep regionalisasi yang diterapkan InJourney Airports dalam pengelolaan bandara, di mana enam hub regional ini menjadi pusat konektivitas yang terintegrasi dengan bandara-bandara di sekitarnya.
(berbagai sumber)
