GEBRAK.ID, SURABAYA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan apresiasi terhadap inisiatif sektor swasta yang ikut berkontribusi meningkatkan kompetensi guru di Indonesia. Salah satu langkah yang mendapat perhatian adalah peluncuran Komunitas Guru Menulis Jawa Pos yang diharapkan menjadi ruang bagi para pendidik untuk mengembangkan kemampuan menulis sekaligus mendokumentasikan praktik-praktik terbaik dalam dunia pendidikan.
Peluncuran komunitas tersebut digelar di Graha Pena Surabaya dan diikuti ratusan guru dari Surabaya, Sidoarjo, serta Gresik, Jawa Timur. Kehadiran komunitas ini dinilai menjadi bentuk kolaborasi nyata antara dunia pendidikan dan media massa dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menyatakan bahwa transformasi pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk media massa, dunia usaha, organisasi profesi, hingga masyarakat luas.
"Komunitas Guru Menulis ini adalah langkah maju yang melengkapi berbagai upaya penguatan kapasitas guru. Saya melihat ini sebagai bentuk konkret bahwa media massa dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik, bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga penggerak perubahan," ujar Nunuk dalam siaran pers Kemendikdasmen, Minggu (4/7/2026).
Menurutnya, semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan konsep Partisipasi Semesta yang terus dikembangkan Kemendikdasmen dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan nasional.
"Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, selalu membuka pintu seluas-luasnya bagi kolaborasi semacam ini. Kami percaya bahwa transformasi pendidikan tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah," kata Nunuk.
Nunuk menambahkan, kemampuan menulis merupakan kompetensi yang sangat penting dimiliki guru di era modern. Menulis bukan hanya menjadi media berbagi pengalaman mengajar, tetapi juga sarana mengasah daya pikir kritis dan kemampuan menyusun gagasan secara sistematis.
"Guru yang baik adalah guru yang terus belajar, dan menulis adalah salah satu cara belajar yang paling efektif. Ketika seorang guru menulis, ia dipaksa untuk berpikir lebih jernih, menyusun gagasan secara runtut, dan menguji pemahamannya sendiri atas materi yang ia ajarkan," jelas Nunuk.
Lebih jauh, budaya menulis diyakini mampu memperkaya referensi pendidikan di Indonesia. Pengalaman para guru yang selama ini hanya tersimpan di ruang kelas dapat terdokumentasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi pendidik lain di berbagai daerah.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyambut positif lahirnya komunitas tersebut. Menurutnya, pengalaman nyata seorang guru dalam menghadapi berbagai karakter peserta didik merupakan sesuatu yang tidak dapat digantikan oleh teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI).
"AI tidak bisa berdiri di dalam kelas dan menghadapi beragam karakter murid. Itu yang dimiliki para guru," ujar Aries.
Aries juga menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mendorong para guru terus berkarya melalui tulisan sebagai warisan ilmu bagi generasi mendatang.
"Guru yang mengajar akan dikenang oleh muridnya, guru yang menulis akan dikenang oleh peradaban," kata Aries.
Sementara itu, Direktur Utama Jawa Pos Koran, Leak Kustiyo, mengatakan Komunitas Guru Menulis dibentuk untuk menjadi wadah bagi para pendidik menghasilkan karya-karya berkualitas yang lahir dari pengalaman mengajar sehari-hari.
Menurut Leak, bertepatan dengan peringatan HUT ke-77 Jawa Pos, komunitas tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak tulisan yang tidak hanya informatif, tetapi juga bertanggung jawab dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Leak berharap sinergi antara media massa dan dunia pendidikan dapat terus diperkuat sehingga mampu melahirkan inovasi, meningkatkan budaya literasi guru, sekaligus memperkaya khazanah pendidikan nasional melalui karya-karya yang inspiratif.
Dengan hadirnya Komunitas Guru Menulis Jawa Pos, para guru kini memiliki ruang untuk berbagi pengalaman, menyebarkan praktik pembelajaran yang efektif, sekaligus memperkuat budaya literasi yang menjadi salah satu fondasi penting dalam peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.
(Sumber: Kemendikdasmen)
