Editor: Damar Pratama
Pelatih Timnas Belanda Ronald Koeman yang memutuskan mundur setelah timnya disingkirkan Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram resmi KNVB)
GEBRAK.ID – Ronald Koeman resmi mengakhiri tugasnya sebagai pelatih Timnas Belanda setelah kegagalan De Oranje di Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut diumumkan tak lama setelah Belanda tersingkir secara dramatis dari tangan Maroko pada babak 32 besar.
Belanda harus mengubur mimpi melangkah jauh di turnamen setelah kalah 2-3 melalui adu penalti. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 hingga 120 menit dalam pertandingan yang berlangsung Selasa (30/6/2026) pagi WIB.
Hasil itu menjadi pukulan telak bagi skuad yang dipimpin Virgil van Dijk. Pasalnya, Federasi Sepak Bola Belanda menargetkan tim mampu menembus setidaknya babak semifinal Piala Dunia 2026.
Tak lama berselang, Koeman mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun Instagram pribadinya. Pelatih berusia 63 tahun itu mengaku bertanggung jawab penuh atas kegagalan tim memenuhi target yang telah ditetapkan.
"Tadi malam saya membuat keputusan untuk mengakhiri jabatan saya sebagai pelatih tim nasional Belanda," tulis Koeman.
Ia mengakui seluruh elemen tim memiliki impian besar mengukir sejarah di Piala Dunia 2026. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain.
"Kita semua memimpikan Piala Dunia di mana kita akan membuat sejarah. Itu tidak terjadi. Tidak ada yang lebih kecewa daripada saya. Sebagai pelatih kepala, Anda memikul tanggung jawab itu," lanjutnya.
Keputusan tersebut sekaligus menandai berakhirnya periode kedua Koeman menangani Timnas Belanda. Selama dua periode kepemimpinannya, mantan bek legendaris Belanda itu dikenal sebagai sosok yang berusaha membangun kembali identitas permainan De Oranje dengan mengandalkan perpaduan pemain senior dan generasi muda.
Namun, perjalanan di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat setelah Maroko tampil lebih tenang dalam drama adu penalti dan memastikan tiket ke babak 16 besar.
Dalam pernyataannya, Koeman juga mengungkapkan alasan yang jauh lebih pribadi di balik keputusannya. Ia mengisyaratkan bahwa karier kepelatihannya yang telah berlangsung selama 26 tahun kemungkinan besar juga akan berakhir.
Menurut Koeman, pengalaman beberapa tahun terakhir membuatnya menyadari bahwa ada hal-hal yang jauh lebih penting daripada sepak bola.
"Beberapa tahun terakhir ini membuat saya menyadari sekali lagi bahwa ada hal-hal yang lebih penting daripada sepak bola. Sepak bola telah menjadi hidup saya, tetapi kesehatan tidak ternilai harganya. Ketika seseorang yang sangat Anda cintai sedang berjuang melawan penyakit yang berat, perspektif Anda berubah," ungkapnya.
Koeman kemudian menyampaikan penghormatan khusus kepada sang istri, Bartina, yang disebutnya tetap memberikan dukungan luar biasa meski tengah berjuang melawan penyakit serius.
"Meskipun sedang sakit, istri saya, Bartina, mendukung dan menyemangati saya setiap hari untuk menyelesaikan pekerjaan saya sebagai pelatih kepala. Itu menunjukkan kekuatan yang luar biasa. Saya sangat berterima kasih kepadanya, lebih dari yang bisa saya ungkapkan dengan kata-kata," tulis Koeman.
Pernyataan tersebut menuai simpati dari para penggemar sepak bola di berbagai negara. Banyak yang memberikan apresiasi atas dedikasi Koeman selama bertahun-tahun sebagai pemain maupun pelatih, sekaligus mendoakan kesembuhan bagi sang istri.
Kini, Federasi Sepak Bola Belanda dihadapkan pada tugas besar untuk mencari sosok pengganti yang mampu membawa De Oranje kembali bersaing di level tertinggi sepak bola internasional setelah kegagalan mengecewakan di Piala Dunia 2026.
(Sumber: Instagram)