Komnas Perempuan Soroti 32 Calon Manajer Kopdes Hamil Tetap Ikuti Latsarmil: Skrining Kesehatan tak Responsif Gender

 

Komnas Perempuan soroti 32 calon manajer Kopdes Merah Putih hamil ikuti Latsarmil. Skrining kesehatan dinilai tak responsif gender pasca 5 peserta meninggal dunia. ( Foto: ist) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA,  - Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyoroti adanya 32 peserta calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang sedang hamil, namun tetap mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil). Para peserta hamil tersebut sempat dinyatakan lolos dan mengikuti pelatihan sebelum akhirnya dipulangkan. 

"Meskipun kemudian diputuskan untuk dipulangkan, hal ini menunjukkan proses skrining kesehatan yang tidak responsif gender," kata Komisioner Komnas Perempuan Yuni Asriyanti dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026) .

Sorotan Kematian Peserta Perempuan

Komnas Perempuan juga menyoroti tiga dari lima korban meninggal dunia dalam Latsarmil calon manajer KDMP dan KNMP adalah perempuan. Kelima korban meninggal akibat tuberkulosis, henti jantung (cardiac arrest), dan heat stroke. 

Komisioner Komnas Perempuan Dahlia Madanih menegaskan bahwa latihan fisik intensif seperti baris-berbaris dan latihan menembak yang mengadopsi metode pendidikan militer harus memperhatikan prinsip tanpa paksaan serta uji cermat (due diligence). 

"Fakta bahwa tiga dari lima peserta yang wafat adalah perempuan menunjukkan perlunya memastikan bahwa setiap program negara, termasuk pembekalan bagi peserta sipil, dirancang dengan mengutamakan keselamatan, kebutuhan spesifik, dan perlindungan yang setara bagi perempuan," ujar Yuni. 

Komnas Perempuan mendorong pihak-pihak yang bertanggung jawab tidak menyederhanakan kematian ketiga peserta perempuan ini sebagai akibat dari kelemahan biologis perempuan sebelum adanya investigasi independen secara menyeluruh. 

Respons Pemerintah dan Evaluasi Program

Kementerian Pertahanan (Kemhan) sebelumnya mengungkapkan bahwa 32 peserta yang sedang hamil sempat mengikuti Latsarmil. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan mengatakan para peserta tersebut dipulangkan dengan pertimbangan kemanusiaan dan kondisi kesehatan yang berkembang selama pelaksanaan pelatihan .

"Tapi dengan pertimbangan perkembangan kesehatan yang berkembang tadi, dengan alasan kemanusiaan, ya ada 32 orang tahap pertama dipulangkan dengan talent pool," kata Ketut dalam konferensi pers di Gedung Kemenhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026) .

Pasca insiden ini, pemerintah melakukan evaluasi program. Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyatakan bahwa program Latsarmil telah direvisi. Calon manajer Kopdes Merah Putih tidak lagi akan dikukuhkan menjadi Komponen Cadangan (Komcad). 

"Kami sudah merevisi program ini, yang semula mereka juga akan menjadi Komponen Cadangan, kami sudah tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan bela negara," kata Donny pada Rabu (1/7). 

Materi pendidikan kini difokuskan pada pembekalan bela negara dan manajerial, sementara materi penggunaan senjata dan taktik militer ditiadakan. Durasi pendidikan juga diperpendek menjadi dua minggu, dengan sisa waktu digunakan untuk pelatihan manajerial koperasi . 

Komisioner Komnas Perempuan Dahlia Madanih mendorong agar pemerintah fokus memberikan pembekalan manajerial kepada calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. 

"Bahwa dalam pengelolaan koperasi penting bagi peserta untuk mendapatkan pengetahuan yang dapat memperkuat kesetaraan dan kepemimpinan perempuan pada tata kelola koperasi, serta pengelolaan anggaran berbasis gender," kata Dahlia. 

Komnas Perempuan merekomendasikan kepada pemerintah untuk segera mengambil langkah perbaikan menyeluruh, mencakup evaluasi mendalam terhadap penggunaan metode dan doktrin militer dalam pembekalan peserta sipil SPPI. 

( berbagai sumber)