GEBRAK.ID, JAKARTA -- Piala Dunia 2026 resmi berakhir dengan Spanyol keluar sebagai juara dunia setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada partai final di Stadion MetLife, Amerika Serikat. Di balik sukses La Roja mengangkat trofi, penghargaan individu juga menjadi sorotan, termasuk Golden Boot atau Sepatu Emas yang diberikan kepada pencetak gol terbanyak sepanjang turnamen.
Pada edisi kali ini, penghargaan tersebut kembali menjadi milik penyerang Prancis, Kylian Mbappe. Meski gagal membawa Les Bleus mempertahankan gelar juara dunia, Mbappe tampil luar biasa dengan mencetak 10 gol dan menjadi pemain paling produktif sepanjang Piala Dunia 2026.
Pemain berusia 27 tahun itu unggul atas kapten Argentina Lionel Messi yang menutup turnamen dengan delapan gol. Kegagalan Messi mencetak gol di partai final membuatnya harus puas berada di posisi kedua daftar top skorer.
Keberhasilan Mbappe mempertahankan gelar Golden Boot juga mengukuhkan namanya dalam sejarah. Sebelumnya, ia menjadi top skorer Piala Dunia 2022 di Qatar dengan koleksi delapan gol. Dengan demikian, Mbappe menjadi salah satu pemain yang mampu meraih penghargaan pencetak gol terbanyak dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun.
JANGAN TERLEWATKAN Mbappe Back to Back Raih Sepatu Emas Piala Dunia, Messi Gagal Mengejar
Meski demikian, rekor gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia masih belum tergoyahkan. Catatan tersebut masih menjadi milik legenda Prancis, Just Fontaine, yang mencetak 13 gol pada Piala Dunia 1958 di Swedia.
Sementara itu, edisi 1962 menjadi turnamen paling unik dalam sejarah. Tidak ada satu pemain yang benar-benar dominan sehingga enam pemain berbagi gelar top skorer dengan torehan masing-masing empat gol.
Berikut daftar lengkap peraih Golden Boot atau pencetak gol terbanyak Piala Dunia dari masa ke masa:
| Tahun | Pemain | Negara | Jumlah Gol |
|---|---|---|---|
| 1930 | Guillermo Stabile | Argentina | 8 |
| 1934 | Oldrich Nejedly | Cekoslowakia | 5 |
| 1938 | Leonidas | Brasil | 7 |
| 1950 | Ademir | Brasil | 8 |
| 1954 | Sandor Kocsis | Hungaria | 11 |
| 1958 | Just Fontaine | Prancis | 13 |
| 1962 | Garrincha, Vava, Valentin Ivanov, Florian Albert, Dražan Jerković, Leonel Sánchez | Brasil, Uni Soviet, Hungaria, Yugoslavia, Chile | 4 |
| 1966 | Eusebio | Portugal | 9 |
| 1970 | Gerd Muller | Jerman Barat | 10 |
| 1974 | Grzegorz Lato | Polandia | 7 |
| 1978 | Mario Kempes | Argentina | 6 |
| 1982 | Paolo Rossi | Italia | 6 |
| 1986 | Gary Lineker | Inggris | 6 |
| 1990 | Salvatore Schillaci | Italia | 6 |
| 1994 | Hristo Stoichkov dan Oleg Salenko | Bulgaria dan Rusia | 6 |
| 1998 | Davor Suker | Kroasia | 6 |
| 2002 | Ronaldo | Brasil | 8 |
| 2006 | Miroslav Klose | Jerman | 5 |
| 2010 | Thomas Muller, David Villa, Wesley Sneijder, Diego Forlan | Jerman, Spanyol, Belanda, Uruguay | 5 |
| 2014 | James Rodriguez | Kolombia | 6 |
| 2018 | Harry Kane | Inggris | 6 |
| 2022 | Kylian Mbappe | Prancis | 8 |
| 2026 | Kylian Mbappe | Prancis | 10 |
Dengan tambahan 10 gol pada Piala Dunia 2026, Mbappe semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik generasinya.
Konsistensinya di dua edisi Piala Dunia terakhir membuat namanya kini sejajar dengan para legenda yang pernah mendominasi daftar pencetak gol terbanyak turnamen paling bergengsi di dunia.
(Sumber: FIFA)
