Novak Djokovic Ukir Rekor Baru Lewati Roger Federer untuk Melaju ke Perempat Final Wimbledon 2026

Mantan petenis nomor satu dunia asal Serbia, Novak Djokovic, menembus perempat final Wimbledon 2026 sekaligus pecahkan rekor Roger Federer dengan kemenangan ke-106 di All England Club. (Foto: Wimbledon)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID – Novak Djokovic kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah tenis dunia. Petenis asal Serbia itu memastikan langkah ke perempat final Wimbledon 2026 sekaligus memecahkan rekor kemenangan milik Roger Federer di turnamen Grand Slam lapangan rumput paling bergengsi tersebut.

Djokovic meraih kemenangan ke-106 di Wimbledon setelah mengalahkan petenis kualifikasi asal Rusia, Roman Safiullin, dalam laga babak keempat yang berlangsung di All England Club, London, Minggu (5/7/2026). Pertandingan berlangsung sengit selama tiga jam 26 menit sebelum Djokovic mengamankan kemenangan dengan skor 7-6(6), 6-3, 3-6, 6-3.

Hasil itu mengantarkan Djokovic ke perempat final Wimbledon untuk kesembilan kalinya secara beruntun dan menjadi penampilan ke-17 sepanjang kariernya di delapan besar turnamen tersebut.

Lebih dari sekadar tiket menuju babak berikutnya, kemenangan ini juga membuat Djokovic melampaui catatan 105 kemenangan milik legenda Swiss, Roger Federer, yang selama bertahun-tahun menjadi pemegang rekor kemenangan terbanyak di sektor putra Wimbledon.

Kini, secara keseluruhan hanya legenda tenis putri Martina Navratilova yang masih berada di atas Djokovic dengan koleksi 120 kemenangan di Wimbledon.

Meski menang, Djokovic mengakui pertandingan melawan Safiullin bukanlah duel yang mudah. Menurutnya, lawan tampil sangat agresif sejak awal pertandingan dan mampu membuatnya keluar dari pola permainan yang biasa diterapkan.

"Ini kemenangan yang diraih dengan perjuangan keras. Roman memulai pertandingan dengan sangat baik dan bermain sangat agresif," ujar Djokovic, dikutip dari ATP. "Saya tidak merasa terlalu nyaman dari baseline. Saya tahu akan sulit bertahan dalam reli panjang melawannya. Dia pemain yang sangat solid dan pantas bangga dengan penampilannya hari ini."

Safiullin memang memberikan perlawanan di luar dugaan. Meski datang ke Wimbledon tanpa satu pun kemenangan di level ATP Tour sepanjang musim 2026, mantan petenis peringkat 36 dunia itu mampu membuat Djokovic bekerja keras.

Pada set pertama, Safiullin bahkan sempat unggul 5-2 dan memiliki dua peluang untuk menutup set. Namun, pengalaman Djokovic berbicara. Juara Grand Slam terbanyak itu berhasil menyelamatkan dua set point sebelum memaksakan tie-break dan akhirnya membalikkan keadaan untuk merebut set pembuka. Momentum tersebut menjadi titik balik pertandingan.

Djokovic tampil lebih agresif pada set kedua. Ia memperoleh break penting pada gim keenam setelah menjalani gim pengembalian servis yang berlangsung sekitar 10 menit. Keunggulan dua set pun berhasil diamankan.

Memasuki set ketiga, Safiullin sempat meminta perawatan medis akibat mengalami gangguan pada bagian pinggul. Setelah kembali ke lapangan, petenis Rusia itu justru bangkit dan berhasil merebut set ketiga sehingga memperpanjang pertandingan.

Djokovic mengakui dirinya harus mengubah strategi karena merasa kalah dalam duel reli dari garis belakang.

"Saya jarang merasa kalah dalam permainan dari baseline melawan banyak pemain. Hari ini adalah salah satu hari ketika saya tidak ingin terlalu lama berada dalam reli sehingga saya mencoba variasi permainan," kata Djokovic. "Ada yang berhasil, ada yang tidak. Pada akhirnya akurasi dan presisi servis pertama menjadi kunci saya keluar dari tekanan."

Strategi tersebut terbukti efektif. Pada set keempat, Djokovic kembali mengambil kendali permainan, tampil lebih tenang dalam momen-momen penting, dan akhirnya memastikan kemenangan yang sekaligus mengantarkannya mencatatkan sejarah baru di Wimbledon.

Di babak perempat final, Djokovic akan menghadapi pemenang duel antara unggulan ketiga Felix Auger-Aliassime dan unggulan ke-22 Alejandro Davidovich Fokina. Apabila berhasil melangkah ke semifinal, petenis berusia 39 tahun itu berpeluang kembali bertemu dengan petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner.

Pertemuan tersebut berpotensi menjadi ajang balas dendam bagi Djokovic. Pasalnya, Sinner merupakan pemain yang menghentikan langkahnya pada semifinal Wimbledon musim lalu sebelum akhirnya keluar sebagai juara.

Dengan pengalaman, mental juara, serta rekor baru yang telah diukir, Djokovic kembali menunjukkan bahwa dirinya masih menjadi salah satu kandidat terkuat untuk merebut gelar Wimbledon 2026.

(Sumber: ATP)