GEBRAK.ID – Alexander Zverev akhirnya mematahkan kutukan yang selama ini mengiringi langkahnya di Wimbledon. Petenis asal Jerman itu untuk pertama kalinya berhasil menembus partai final Grand Slam lapangan rumput setelah mengalahkan wakil tuan rumah Arthur Fery pada semifinal Wimbledon 2026.
Bermain di Centre Court, London, Inggris, Jumat (10/7/2026), Zverev tampil meyakinkan dengan kemenangan tiga set langsung 7-6(0), 6-2, 6-4 dalam pertandingan yang berlangsung selama dua jam 14 menit.
Hasil tersebut menjadi pencapaian terbaik sepanjang karier Zverev di Wimbledon sekaligus mengantarkannya ke final untuk menghadapi juara bertahan sekaligus petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, yang sebelumnya menyingkirkan Novak Djokovic.
"Wimbledon selalu menjadi Grand Slam yang paling sulit bagi saya, dan sekarang saya akhirnya berada di final. Saya sangat bahagia, bangga kepada tim, dan kini hanya tinggal satu pertandingan lagi," ujar Zverev seperti dikutip dari ATP.
Laga semifinal tidak berjalan mudah pada awal pertandingan. Arthur Fery mampu memberikan perlawanan sengit pada set pertama hingga memaksa tie-break.
Namun, Zverev tampil luar biasa pada momen penentuan. Ia menyapu bersih tie-break dengan skor 7-0 tanpa memberikan satu poin pun kepada lawannya.
Setelah mengamankan set pembuka, permainan petenis berusia 29 tahun itu semakin sulit dibendung. Servis pertama yang konsisten serta permainan agresif dari garis belakang membuat Fery kesulitan mengembangkan permainan hingga akhirnya menyerah dalam tiga set.
Kemenangan tersebut memperpanjang catatan impresif Zverev menjadi 13 kemenangan beruntun di turnamen Grand Slam.
Juara French Open 2026 itu juga hanya kehilangan dua set sepanjang enam pertandingan menuju final Wimbledon tahun ini. Berkat performa tersebut, Zverev dipastikan naik ke peringkat kedua dunia dalam pembaruan ranking ATP pekan depan.
Jika mampu mengalahkan Sinner pada final, Zverev akan mencatat sejarah sebagai petenis ketujuh di era Open yang berhasil menjuarai French Open dan Wimbledon pada musim yang sama.
Selain menjadi final Wimbledon pertamanya, pencapaian ini juga membuat Zverev bergabung dengan dua legenda tenis Jerman, Boris Becker dan Michael Stich, sebagai petenis putra Jerman yang sukses mencapai partai puncak Wimbledon.
Di sisi lain, meski langkahnya terhenti, Arthur Fery tetap meninggalkan kesan mendalam di All England Club.
Petenis Inggris berusia 23 tahun itu tampil sebagai kejutan terbesar turnamen setelah memulai Wimbledon dari jalur kualifikasi dan berhasil melangkah hingga semifinal.
Dalam perjalanannya, Fery menyingkirkan Damir Dzumhur, Otto Virtanen, Zizou Bergs, Grigor Dimitrov, hingga Flavio Cobolli sebelum akhirnya dihentikan Zverev.
Penampilan impresif tersebut membuat peringkat ATP Live miliknya melonjak drastis. Dari posisi ke-114 dunia, Fery naik 78 tingkat ke peringkat 36, menjadi salah satu lompatan terbesar pada Wimbledon 2026.
Kini, sorotan tertuju pada duel final antara Alexander Zverev dan Jannik Sinner. Pertandingan itu akan menjadi perebutan gelar Wimbledon 2026 sekaligus kesempatan bagi Zverev untuk mengukir sejarah baru dalam kariernya.
(Sumber: ATP)
