GEBRAK.ID – Perjalanan panjang Riyad Mahrez bersama Timnas Aljazair resmi berakhir. Kapten sekaligus ikon sepak bola Aljazair itu mengumumkan pensiun dari tim nasional setelah The Desert Foxes tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai kalah 0-2 dari Swiss.
Pertandingan yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Jumat (3/7/2026) WIB menjadi penampilan terakhir Mahrez mengenakan seragam hijau kebanggaan Aljazair. Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki negara Afrika Utara itu.
Swiss memastikan kemenangan lewat gol cepat Breel Embolo pada menit ke-10 dan Dan Ndoye di awal babak kedua, tepatnya menit ke-46. Aljazair sebenarnya berusaha memberikan perlawanan, namun gagal memanfaatkan sejumlah peluang yang dimiliki.
Usai pertandingan, Mahrez mengungkapkan kekecewaannya karena Aljazair gagal mewujudkan target melaju ke babak 16 besar. Menurut pemain berusia 35 tahun itu, timnya sebenarnya memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan, tetapi melakukan kesalahan yang harus dibayar mahal.
"Target kami adalah lolos dan saya pikir ini pertandingan yang bisa kami menangkan. Namun kami kebobolan dua kali karena kesalahan dan pada level seperti ini, Anda tidak bisa lolos dari itu," kata Mahrez, seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Mantan pemain Manchester City itu mengakui dua gol yang bersarang ke gawang Aljazair menjadi pukulan yang sulit dibalas. Di level kompetisi setinggi Piala Dunia, kesalahan sekecil apa pun dapat menentukan nasib sebuah tim.
Meski harus mengakhiri kiprah dengan kekalahan, Mahrez tetap melihat ada hal positif dari perjalanan Aljazair di Piala Dunia 2026. Baginya, keberhasilan menembus fase gugur merupakan pencapaian yang patut diapresiasi, meski lini pertahanan menjadi kelemahan utama sepanjang turnamen.
"Selalu ada hal positif yang bisa diambil dari pertandingan. Kami berhasil keluar dari fase grup, tetapi kami kebobolan terlalu banyak gol untuk bercita-cita lebih. Ini pertandingan terakhir saya bersama Aljazair," ujar Mahrez.
Pernyataan tersebut menandai berakhirnya pengabdian panjang Mahrez bersama tim nasional yang telah dibelanya selama lebih dari satu dekade.
Selama memperkuat Aljazair, Mahrez menjelma sebagai simbol kebangkitan sepak bola negaranya. Ia menjadi sosok sentral saat membawa Aljazair menjuarai Piala Afrika 2019, sekaligus menjadi kapten yang menginspirasi generasi baru pemain The Desert Foxes.
Di level internasional, Mahrez dikenal sebagai pemain yang memiliki teknik tinggi, visi bermain yang tajam, serta kemampuan menciptakan peluang dari sisi sayap. Pengalamannya bermain di kompetisi elite Eropa membuatnya selalu menjadi andalan Aljazair dalam berbagai turnamen besar.
Pada laga terakhirnya, Mahrez masih berusaha memimpin perlawanan bersama Ibrahim Maza dan Farès Chaibi. Namun, disiplin pertahanan Swiss membuat serangan Aljazair sulit berkembang sepanjang pertandingan.
Sebaliknya, Swiss tampil lebih efektif. Breel Embolo membuka keunggulan melalui penyelesaian akhir memanfaatkan umpan Johan Manzambi, sebelum Dan Ndoye menggandakan skor sesaat setelah babak kedua dimulai.
Kemenangan tersebut memastikan Swiss melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi pemenang laga Kolombia kontra Ghana.
Sementara itu, Aljazair harus mengakhiri kiprahnya di turnamen. Meski tersingkir, pencapaian lolos dari fase grup tetap menjadi catatan positif bagi tim asuhan Vladimir Petkovic.
Bagi Mahrez sendiri, laga melawan Swiss bukan sekadar kekalahan, melainkan penutup dari perjalanan panjang yang dipenuhi dedikasi, prestasi, dan kebanggaan bersama Timnas Aljazair. Namanya akan tetap dikenang sebagai salah satu legenda terbesar sepak bola Aljazair yang pernah tampil di panggung dunia.
(Sumber: FIFA)
