SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi Dibuka, Kemendikdasmen Siapkan 2 Jalur Khusus untuk Siswa Berprestasi

Mendikdasmen Abdul Mu'ti (tengah) menyampaikan paparan dalam kegiatan Taklimat Media Program Sekolah Nasional Terintegrasi di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Senin (20/7/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan dua skema Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk menjaring calon siswa berprestasi yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).

Pada tahun pertama penyelenggaraan, pemerintah hanya akan menerima 80 peserta didik baru, masing-masing terdiri atas 40 siswa jenjang SMP dan 40 siswa jenjang SMA. Setiap jenjang hanya membuka dua rombongan belajar (rombel).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, SNT ditujukan bagi peserta didik dengan kemampuan di atas rata-rata yang berasal dari berbagai kecamatan di kabupaten atau kota penyelenggara program tersebut.

Karena itu, proses seleksi dilakukan langsung oleh tim nasional, bukan pemerintah daerah, agar berjalan objektif dan mampu menjaring talenta terbaik.

"Calon murid SNT adalah mereka yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dari berbagai kecamatan yang masuk dalam kabupaten atau kota penyelenggara SNT," kata Abdul Mu'ti di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD Dasmen PNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan skema pertama dilakukan melalui usulan dari sekolah.

Dinas Pendidikan kabupaten/kota akan berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk mengajukan siswa yang lolos melalui jalur prestasi, baik akademik maupun nonakademik, ke dalam basis data SPMB SNT.

"Nah, yang terbaik kita minta lima diusulkan dari setiap SMP yang ada di dalam satu kabupaten itu, maupun SMA yang ada di kabupaten itu," ujar Gogot.

Lima siswa terbaik dari setiap sekolah tersebut selanjutnya akan mengikuti tahapan seleksi administrasi dan Tes Skolastik sebelum ditetapkan sebagai peserta didik SNT.

Sementara itu, skema kedua dilakukan melalui jalur undangan. Kemendikdasmen akan mengundang calon peserta didik berdasarkan data prestasi yang dimiliki Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di setiap kabupaten dan kota penyelenggara SNT.

Menurut Gogot, mekanisme tersebut diharapkan mampu menjaring siswa-siswa terbaik yang selama ini telah mencatatkan prestasi di berbagai bidang.

Selain itu, SNT juga menerapkan sistem pendidikan yang berkesinambungan. Siswa yang diterima di jenjang SMP akan secara otomatis melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA di sekolah yang sama.

"Anak yang masuk SMP nanti otomatis akan dilanjutkan ke SMA, karena kurikulumnya didesain berkelanjutan dan harapannya bisa kita pantau perkembangannya utuh," jelas Gogot.

Gogot menambahkan, penerimaan siswa baru di jenjang SMA hanya akan dibuka apabila terdapat kursi yang kosong akibat kondisi tertentu selama proses pendidikan berlangsung.

Program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk mempercepat pemerataan pendidikan bermutu di berbagai daerah. Melalui sistem seleksi nasional dan kurikulum berkelanjutan, pemerintah berharap SNT mampu mencetak generasi unggul sekaligus menjadi pusat pengembangan mutu pendidikan di tingkat daerah.

(Sumber: Kemendikdasmen)