GEBRAK.ID, JAKARTA – Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Masjid Baitut Tholibin, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menjadi momentum untuk menguatkan nilai-nilai kebersamaan, kolaborasi, dan kepedulian sosial. Melalui tema Hijrah untuk Indonesia Maju, Guru Besar FISIP Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Prof. Din Syamsuddin, mengajak umat Islam menjadikan semangat hijrah sebagai landasan membangun karakter dan peradaban bangsa.
Dalam tausiahnya, Prof. Din menjelaskan bahwa makna hijrah tidak sekadar berpindah tempat atau menandai pergantian tahun dalam kalender Islam. Hijrah, menurutnya, merupakan proses perubahan menuju pribadi yang lebih baik melalui penguatan iman, peningkatan etos kerja, serta kepedulian terhadap sesama.
"Ibadah yang dijalankan dengan benar sejatinya melahirkan etos kerja, integritas, produktivitas, serta kepedulian sosial. Oleh sebab itu, penting bagi kita sebagai umat Islam menjadi pribadi yang mandiri, selalu bekerja keras, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar," ujar Prof. Din Syamsuddin di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Prof. Din menguraikan, semangat hijrah dapat diwujudkan melalui berbagai sikap dalam kehidupan sehari-hari, seperti membiasakan salat sebagai fondasi kehidupan, memahami hakikat ibadah, bekerja keras hingga menghasilkan karya yang bermanfaat, mempererat persahabatan, memperkuat solidaritas sosial, bergotong royong membangun masyarakat, serta berani menghadapi tantangan demi kemajuan bersama.
Menurut Prof. Din, cita-cita Indonesia Maju hanya dapat diwujudkan apabila setiap individu berani meninggalkan kebiasaan yang menghambat perkembangan dan menggantinya dengan budaya kerja yang produktif, inovatif, serta berorientasi pada kemajuan.
"Setiap individu maupun institusi harus terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Arti kemajuan hanya dapat dicapai apabila setiap insan memiliki tekad untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang menghambat perkembangan dan menggantinya dengan budaya yang lebih produktif," jelas Prof. Din.
Prof. Din menambahkan, keimanan yang kuat dapat menjadi modal utama bagi umat Islam untuk berkontribusi dalam membangun Indonesia yang semakin maju, berdaya saing, dan bermartabat.
Pada kesempatan yang sama, Kemendikdasmen juga menyerahkan beasiswa dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemendikdasmen secara simbolis kepada siswa jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada peserta khitanan massal berupa bantuan uang tunai, tas sekolah, dan perlengkapan alat tulis.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu'ti menilai penyelenggaraan peringatan Tahun Baru Islam tersebut mencerminkan kuatnya budaya gotong royong dan kolaborasi di lingkungan Kemendikdasmen. Menurutnya, kehadiran Prof. Din Syamsuddin turut memperkuat pembinaan spiritual bagi aparatur sekaligus mempererat kebersamaan antarkementerian.
Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti mengingatkan pentingnya menjaga akhlak dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa seorang muslim sejati adalah mereka yang mampu menjaga orang lain dari lisan dan perbuatannya, sedangkan orang yang berhijrah adalah mereka yang meninggalkan segala sesuatu yang dilarang Allah SWT.
"Saya mengajak seluruh jajaran kementerian untuk senantiasa menjaga sikap, ucapan, dan perilaku dalam menjalankan tugas, serta menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Abdul Mu'ti.
Acara peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini juga dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta jajaran pegawai Kemendikdasmen, Kementerian Kebudayaan, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
(Sumber: Kemendikdasmen)
