![]() |
| Tokopedia dikabarkan melakukan PHK besar-besaran. Pihak idEA menyebut belum ada penjelasan resmi dan meminta publik tidak buru-buru mengaitkannya dengan AI. (Foto: Gebrak. id) |
GEBRAK.ID,JAKARTA – Kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) di Tokopedia kembali menjadi sorotan. Platform e-commerce yang kini berada di bawah kendali ByteDance itu dikabarkan melakukan efisiensi besar-besaran di sejumlah divisi, memicu spekulasi mengenai arah bisnis perusahaan pasca integrasi dengan TikTok Shop.
Di tengah ramainya kabar tersebut, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Budi Primawan, menyatakan pihaknya belum menerima penjelasan resmi dari manajemen Tokopedia terkait isu PHK yang beredar.
Menurut Budi, kebijakan ketenagakerjaan merupakan ranah internal perusahaan sehingga idEA tidak berada pada posisi untuk mengomentari besaran maupun mekanisme PHK yang disebut-sebut terjadi.
"Secara umum kami belum menerima penjelasan resmi terkait isu tersebut, sehingga tidak pada posisi untuk mengomentari angka maupun kebijakan internal perusahaan," ujar Budi, Jumat (3/7/2026) dikutip dari detik.com.
Belum Tepat Dikaitkan dengan AI
Budi juga menilai belum tepat jika langkah efisiensi organisasi di Tokopedia langsung dikaitkan dengan semakin luasnya penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Menurutnya, transformasi digital memang tengah berlangsung di industri e-commerce. Namun, implementasi AI di banyak perusahaan justru lebih banyak berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas karyawan, mempercepat proses kerja, dan mendukung pengambilan keputusan, bukan semata-mata menggantikan tenaga manusia.
Ia menambahkan, setiap perusahaan memiliki strategi bisnis yang berbeda dalam menghadapi persaingan dan perubahan teknologi sehingga penyebab restrukturisasi tidak bisa disederhanakan hanya karena adopsi AI.
TikTok Akui Lakukan Restrukturisasi
Sebelumnya, TikTok selaku pemegang saham mayoritas Tokopedia telah mengonfirmasi adanya penyesuaian organisasi di lingkungan perusahaan. Namun, perusahaan tidak membenarkan maupun merinci kabar yang menyebut hingga 90 persen karyawan Tokopedia terdampak PHK.
Juru bicara TikTok menjelaskan restrukturisasi difokuskan pada organisasi riset dan pengembangan (Research and Development/R&D) sebagai bagian dari strategi memperkuat pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Perusahaan menyebut keputusan tersebut bukan langkah yang mudah dan berkomitmen memberikan dukungan kepada para karyawan yang terdampak selama masa transisi berlangsung. Selain itu, TikTok menegaskan tetap akan berinvestasi dalam pengembangan Tokopedia serta mendukung ekosistem pelaku usaha lokal di Indonesia.
Industri E-Commerce Dinilai Tetap Prospektif
Terlepas dari dinamika yang terjadi di salah satu pelaku industri, idEA menilai prospek perdagangan elektronik di Indonesia masih menjanjikan.
Budi mengatakan tingkat adopsi digital masyarakat terus meningkat, inovasi layanan berkembang, dan kompetisi antarplatform semakin sehat. Menurutnya, tantangan utama pelaku industri saat ini adalah menjaga keseimbangan antara efisiensi bisnis, inovasi teknologi, serta keberlanjutan ekosistem yang melibatkan konsumen, pelaku UMKM, penjual, hingga para pekerja.
Budi berharap perusahaan-perusahaan e-commerce dapat terus beradaptasi dengan perubahan pasar tanpa mengabaikan keberlanjutan bisnis maupun kontribusinya terhadap ekonomi digital nasional.
(berbagai sumber)
