Editor: A. Rayyan K
Pebulu tangkis tunggal putra Prancis Toma Junior Popov mencatatkan
sejarah baru setelah sukses melaju ke final BWF World Tour Super 1000
China Open 2026. (Foto: Badminton Europe)
GEBRAK.ID, JAKARTA -- Pebulu tangkis tunggal putra Prancis Toma Junior Popov mencatatkan sejarah baru setelah sukses melaju ke final BWF World Tour Super 1000 China Open 2026. Tak hanya mengandalkan kemampuan teknis, Popov mengaku keberhasilannya juga ditentukan oleh strategi memanfaatkan kondisi angin yang menjadi tantangan bagi seluruh pemain sepanjang turnamen.
Bertanding di Changzhou Olympic Sports Center Gymnasium, China, Sabtu (25/7/2026), Popov bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan unggulan kedelapan asal Kanada, Victor Lai, dengan skor 14-21, 21-12, 21-15.
Hasil tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi pebulu tangkis berusia 27 tahun itu. Untuk pertama kalinya dalam karier, Popov berhasil menembus final turnamen BWF World Tour Super 1000 sekaligus menjadi tunggal putra Prancis pertama yang mencapai partai puncak pada level tersebut.
"Ini pertama kalinya saya mencapai final. Saya hanya ingin menikmati setiap momen dan setiap detik di lapangan. Saya sangat senang bisa mewakili Prancis di level seperti ini," ujar Popov seperti dikutip dari laman resmi BWF.
Selain mencetak sejarah, kemenangan itu juga mengakhiri catatan buruk Popov saat menghadapi Victor Lai. Sebelumnya, ia selalu kalah dalam dua pertemuan melawan pebulu tangkis Kanada tersebut.
Popov mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar selama pertandingan adalah kondisi angin di dalam arena. Menurutnya, salah satu sisi lapangan membuat laju kok sulit dikendalikan sehingga pemain harus mampu menyesuaikan strategi.
"Hal terpenting adalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin karena hampir mustahil bermain dari sisi lapangan itu. Kuncinya adalah menguasai permainan depan net dan memanfaatkan kesalahan-kesalahan lawan," katanya.
Strategi tersebut mulai membuahkan hasil setelah interval gim ketiga. Popov mampu memanfaatkan arah angin untuk menekan permainan Victor Lai hingga lawannya beberapa kali melakukan kesalahan sendiri.
"Saya berhasil membuat Victor melakukan beberapa kesalahan mudah dengan memanfaatkan embusan angin," ungkap pemain peringkat ke-17 dunia itu.
Perjalanan impresif Popov di China Open 2026 sebenarnya sudah dimulai sejak babak sebelumnya. Ia lebih dulu mengakhiri penantian panjang Prancis dengan menjadi tunggal putra pertama dari negaranya yang lolos ke semifinal China Open dalam 22 tahun terakhir, sejak Pi Hongyan melakukannya pada 2004.
JANGAN TERLEWATKAN Tersingkir di Perempat Final China Open 2026, Jonatan Christie Lagi-Lagi tak Mampu Lewati Victor Lai
Berdasarkan catatan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), sebelum Popov hanya ada pasangan ganda campuran Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, yang pernah mencapai final turnamen level Super 1000.
Kini, Popov berpeluang meraih gelar terbesar sepanjang kariernya. Sebelumnya, prestasi tertinggi yang pernah ia raih di rangkaian BWF World Tour adalah menjuarai turnamen level Super 300.
Meski telah mengukir sejarah, Popov menegaskan fokusnya belum selesai. Ia ingin menyempurnakan pencapaian tersebut dengan membawa pulang trofi juara.
"Perjalanan ini belum selesai karena masih ada satu pertandingan lagi. Saat ini saya sangat bangga dan bersemangat. Saya tidak sabar kembali ke lapangan untuk mencoba membawa rekor ini lebih jauh," jelas dia.
Pada laga final yang digelar Minggu (26/7/2026), Popov akan menghadapi unggulan keenam asal Taiwan, Chou Tien Chen. Chou memastikan tiket ke partai puncak setelah mengalahkan kompatriotnya, Lin Chun Yi, dalam dua gim langsung dengan skor 21-18 dan 21-17.
Laga tersebut diprediksi berlangsung sengit karena kedua pemain sama-sama sedang berada dalam performa terbaik dan berpeluang menorehkan prestasi penting di salah satu turnamen paling bergengsi dalam kalender BWF World Tour.
(Sumber: BWF)