GoPay Masuk 500 Fintech Terbaik Dunia, Pengguna Aktif Tembus 28,8 Juta
GoPay masuk 500 fintech terbaik dunia versi CNBC dan Statista. Pengguna aktif mencapai 28,8 juta pada kuartal II 2026.
Aplikasi GoPay mencatat pencapaian di level global setelah masuk dalam daftar World's Top Fintech Companies 2026. (Foto: GoPay)
Editor: Devona R
GEBRAK.ID, JAKARTA — GoPay mencatat pencapaian di level global setelah masuk dalam daftar World’s Top Fintech Companies 2026. Perusahaan riset data Statista bersama jaringan berita bisnis CNBC menempatkan GoPay sebagai salah satu dari 500 perusahaan teknologi finansial terbaik dunia.
Pengakuan tersebut menambah catatan positif GoPay di tengah pertumbuhan transaksi dan pengguna layanan keuangan digital di Indonesia.
Head of GoPay Wallet Kelvin Timotius mengatakan, pencapaian itu menunjukkan konsistensi perusahaan dalam mengembangkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Pengakuan dari dunia internasional ini mencerminkan kerja keras serta perwujudan komitmen GoPay dalam menghadirkan layanan keuangan digital yang relevan bagi kebutuhan masyarakat Indonesia,” kata Kelvin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Pertumbuhan GoPay juga terlihat dari jumlah pengguna aktif. Pada kuartal II 2026, sebanyak 28,8 juta pengguna tercatat bertransaksi menggunakan GoPay setiap bulan.
Angka tersebut meningkat 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan juga terjadi pada jumlah transaksi yang mencapai 2,4 miliar transaksi atau melonjak 91 persen secara tahunan.
Kinerja itu menunjukkan semakin banyak masyarakat menggunakan layanan GoPay untuk memenuhi kebutuhan transaksi dan layanan keuangan sehari-hari.
Sejak meluncurkan aplikasi GoPay pada 2023, perusahaan terus memperluas ekosistem layanannya. GoPay juga mengembangkan sejumlah inovasi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan kualitas layanan dan keamanan transaksi.
Di tingkat grup, pertumbuhan bisnis fintech GoTo turut memberikan kontribusi terhadap kinerja perusahaan. Pada periode April hingga Juni 2026, bisnis fintech GoTo untuk pertama kalinya mencatat profitabilitas yang lebih tinggi dibandingkan bisnis on-demand services.
GoTo juga berhasil membukukan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut. Pada kuartal II 2026, laba bersih GoTo mencapai Rp252 miliar, meningkat 47 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Kelvin menilai masuknya GoPay ke dalam World’s Top Fintech Companies 2026 menunjukkan semakin kuatnya posisi perusahaan teknologi finansial Indonesia di kancah internasional.
Pencapaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa inovasi layanan keuangan digital dari Indonesia mampu mendapatkan pengakuan di tengah persaingan industri fintech global.
(Sumber: GoPay)
