ImajiNation 2026 Resmi Diluncurkan: Kemendikdasmen Ajak Guru dan Murid Kuasai Koding hingga AI Lewat Kompetisi Nasional
Editor: Yogi Ardhi
GEBRAK.ID, BANDUNG — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan ImajiNation 2026, sebuah Kompetisi Nasional Koding Visual yang ditujukan bagi murid dan guru di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat implementasi pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) di satuan pendidikan.
Program yang digelar melalui kolaborasi dengan Assemblr EDU dan didukung Samsung for Education tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi kreator digital yang tidak hanya mahir memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi inovatif melalui karya digital.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, ImajiNation 2026 memiliki semangat yang sejalan dengan arah kebijakan Kemendikdasmen dalam membangun ekosistem pembelajaran digital di Indonesia.
“ImajiNation memiliki semangat yang sama untuk mendukung implementasi Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial di satuan pendidikan. Yang ingin kita bangun sesungguhnya bukan sekadar kemampuan menulis kode program, melainkan cara berpikir yang sistematis, kreatif, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah,” ujar Abdul Mu’ti dalam siaran pers Kemendikdasmen, Senin (3/8/2026).
Menurut Mu’ti, kompetisi tersebut bukan sekadar ajang berburu prestasi, tetapi juga menjadi proses pembelajaran yang mampu membentuk karakter, kreativitas, sekaligus kemampuan berpikir komputasional peserta didik. Ia pun mengajak para guru di seluruh Indonesia untuk ikut berpartisipasi dan membimbing siswa menghasilkan karya-karya inovatif yang dapat menginspirasi praktik pembelajaran di sekolah.
“Saya mengajak para guru di seluruh Indonesia untuk menjadi bagian dari ImajiNation 2026 dengan menghadirkan karya-karya inovatif yang dapat menginspirasi praktik pembelajaran serta membimbing anak-anak untuk berani bertanya, bereksperimen, berkolaborasi, dan mengubah ide menjadi solusi yang bermanfaat,” kata Mu’ti.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipul Hayat menambahkan, ukuran keberhasilan kompetisi bukan hanya ditentukan oleh siapa yang menjadi juara, melainkan sejauh mana peserta memperoleh pengalaman belajar yang bermakna.
“Keberhasilan sebuah kompetisi tidak hanya diukur dari siapa yang menjadi juara, tetapi dari seberapa banyak peserta yang memperoleh pengalaman belajar yang bermakna,” ujar Atip.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Muhammad Muchlas Rowi, menegaskan bahwa transformasi digital pendidikan harus mampu mengubah cara berpikir peserta didik menjadi lebih kreatif, kritis, kolaboratif, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurut Muchlas, pembelajaran Koding dan AI merupakan langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Targetkan 11.000 Peserta dari 38 Provinsi
ImajiNation 2026 menargetkan lebih dari 11.000 peserta yang berasal dari sekitar 2.000 sekolah di 38 provinsi. Kompetisi dibuka untuk murid jenjang SD, SMP, SMA/SMK sederajat, serta menyediakan kategori khusus bagi guru.
Melalui platform Assemblr EDU, peserta dapat membuat proyek digital interaktif menggunakan visual coding, teknologi tiga dimensi (3D), dan Augmented Reality (AR) tanpa harus menguasai bahasa pemrograman berbasis teks maupun perangkat keras khusus.
Founder dan CEO Assemblr EDU, Hasbi Asyadiq, mengatakan program tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi guru dan murid untuk belajar sekaligus berinovasi melalui teknologi.
“Dengan visual coding, visualisasi tiga dimensi, dan Augmented Reality, kita mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi inovator,” kata Hasbi.
Tak Hanya Kompetisi, Ada Pendampingan hingga Education Expo
Selain perlombaan, peserta juga akan memperoleh pendampingan berbasis proyek hingga babak grand final. Samsung for Education turut memberikan dukungan melalui sesi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi Galaxy.
Kompetisi akan diawali dengan babak kualifikasi nasional secara daring, kemudian berlanjut ke grand final secara luring pada Oktober 2026 yang mempertemukan finalis terbaik dari seluruh Indonesia.
Acara puncak juga akan menghadirkan Education Expo yang mempertemukan sekolah, guru, murid, pemerintah, perusahaan teknologi, hingga berbagai mitra pendidikan dalam satu ekosistem kolaborasi.
Karya terbaik peserta nantinya akan dimanfaatkan melalui platform Rumah Pendidikan, termasuk menjadi bagian dari konten pembelajaran pada Papan Interaktif Digital (PID) sehingga manfaat kompetisi dapat terus dirasakan di sekolah-sekolah.
Pendaftaran ImajiNation 2026 dibuka secara gratis melalui platform Assemblr EDU. Peserta dapat memilih tiga tema utama, yakni Dream Quest, Eco Quest, atau Culture Quest untuk dikembangkan menjadi proyek digital interaktif yang akan dinilai oleh dewan juri nasional.
(Sumber: Kemendikdasmen)

