Kopi Bisa Bantu Jaga Ginjal, tapi Konsumsinya Perlu Perhatikan Ini
Kopi sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari banyak orang. Namun, di balik kenikmatannya, jumlah dan jenis kopi yang dikonsumsi tetap perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan ginjal. (Foto ilustrasi: Pixabay/guvo59)
Editor: Devona R
GEBRAK.ID, JAKARTA — Kopi sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari banyak orang. Namun, di balik kenikmatannya, jumlah dan jenis kopi yang dikonsumsi tetap perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan ginjal.
Ginjal memiliki peran penting dalam tubuh. Organ ini bertugas menyaring zat sisa dan cairan, sekaligus membantu menjaga keseimbangan elektrolit. Karena itu, menjaga kecukupan cairan menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan fungsi ginjal.
Meski demikian, tidak semua minuman memberikan dampak yang sama. Kopi menjadi salah satu minuman yang menarik perhatian karena sejumlah penelitian mengaitkan konsumsi dalam jumlah moderat dengan kesehatan ginjal.
Ahli Gizi dialisis Sara Prato, M.S., RDN, CSR mengatakan sejumlah bukti penelitian menunjukkan konsumsi kopi secara moderat, sekitar dua hingga tiga cangkir standar berukuran 8 ons per hari, relatif aman bagi sebagian besar orang dengan penyakit ginjal kronis dan bahkan dapat memberikan manfaat.
“Jumlah yang tepat untuk setiap individu dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti tekanan darah, sensitivitas kafein, dan kesehatan secara keseluruhan,” kata Prato, seperti dikutip Eating Well, Selasa (18/8/2026).
Kopi juga mengandung lebih dari 1.000 senyawa alami. Beberapa di antaranya berupa asam klorogenik, polifenol, dan melanoidin yang memiliki sifat antioksidan serta antiinflamasi.
“Banyak dari potensi manfaat ini berasal dari senyawa alami kopi, bukan kafein itu sendiri, itulah sebabnya kopi tanpa kafein dapat memberikan banyak manfaat yang sama dengan kafein yang jauh lebih sedikit,” ujarnya.
Kopi dan Risiko Penyakit Ginjal
Penelitian lain menunjukkan konsumsi kopi dapat berkaitan dengan penurunan risiko penyakit ginjal kronis atau CKD. Ahli gizi terdaftar yang fokus pada pencegahan batu ginjal, Melanie Betz, M.S., RD, CSR, FNKF, FAND, mengatakan sebuah meta-analisis menemukan orang yang mengonsumsi setidaknya dua cangkir kopi setiap hari memiliki risiko 14 persen lebih rendah terkena penyakit ginjal.
Menurut Betz, manfaat tersebut kemungkinan berkaitan dengan berbagai senyawa dalam kopi yang membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif.
Bagi orang yang sudah mengalami penyakit ginjal, konsumsi kopi juga dikaitkan dengan sejumlah hasil kesehatan yang lebih baik, termasuk risiko lebih rendah terhadap perkembangan penyakit ginjal stadium akhir, protein dalam urine, dan kematian.
Kopi juga berpotensi membantu menekan risiko batu ginjal. Prato menjelaskan, konsumsi kopi dapat meningkatkan volume urine sehingga mineral pembentuk batu lebih mudah larut dan keluar dari tubuh.
“Kopi dapat membantu dengan meningkatkan volume urin, yang dapat mengencerkan dan membersihkan mineral pembentuk batu sebelum mineral tersebut memiliki kesempatan untuk membentuk kristal. Kafein juga dapat meningkatkan produksi urin, yang dapat berkontribusi pada efek perlindungan ini,” jelas Prato.
Meski begitu, kebutuhan cairan tubuh tetap tidak boleh hanya mengandalkan kopi. Betz dan Prato sama-sama menekankan pentingnya menjaga hidrasi untuk membantu mencegah pembentukan batu ginjal.
Waspadai Kafein dan Tekanan Darah
Di balik potensi manfaatnya, kopi berkafein juga memiliki sisi yang perlu diperhatikan. Kandungan kafein dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu pada sebagian orang.
Tekanan darah tinggi sendiri menjadi salah satu faktor yang dapat merusak ginjal. Hipertensi dapat mempersempit pembuluh darah yang menuju ginjal sehingga mengganggu kemampuan organ tersebut dalam menyaring zat sisa dan cairan.
Asosiasi Jantung Amerika (AHA) menyebut orang dewasa sehat dapat mengonsumsi hingga 400 miligram kafein per hari atau sekitar empat cangkir kopi, meski toleransi setiap orang berbeda.
Betz mengingatkan bahwa orang dengan tekanan darah tinggi perlu lebih berhati-hati.
“Lebih banyak kafein dapat meningkatkan tekanan darah, yang dapat langsung merusak ginjal,” kata Betz.
Prato juga menyarankan orang dengan hipertensi yang belum terkontrol membatasi kopi berkafein.
“Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, sebaiknya batasi konsumsi kopi berkafein menjadi 1 hingga 2 cangkir per hari dan pantau tekanan darah anda, karena jumlah kafein yang lebih besar yang dikonsumsi sekaligus dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu,” tambah Prato.
Dengan demikian, kopi tidak otomatis menjadi minuman yang harus dihindari demi kesehatan ginjal. Bagi sebagian orang, konsumsi dalam jumlah wajar justru dapat memberikan manfaat. Namun, kondisi kesehatan, tekanan darah, sensitivitas terhadap kafein, serta jenis kopi yang dikonsumsi tetap perlu menjadi pertimbangan.
(Sumber: Eating Well)
