Nunuk: Satyalancana Karya Satya Jadi Pengingat ASN untuk Terus Mengabdi Saat Bencana
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyematkan penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada 6 ASN, termasuk Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Nunuk Suryani (dua kiri), dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (17/8/2026). (Foto: Kemendikdasmen)
Editor: A. Rayyan K
GEBRAK.ID, JAKARTA — Enam pegawai Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyematkan penghargaan tersebut dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Penghargaan itu diberikan kepada aparatur sipil negara (ASN) yang menunjukkan kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, negara, dan pemerintah serta menjalankan tugas dengan penuh kejujuran dan kedisiplinan selama 10, 20, atau 30 tahun.
Enam penerima penghargaan tersebut yakni Nunuk Suryani dan Mansur untuk masa pengabdian 30 tahun, Yudhistira Nugraha dan Tuti Wibowo selama 20 tahun, serta Eka Yuli Arisanti dan Vidy Binsar Ferdianto dengan masa pengabdian 10 tahun.
Abdul Mu’ti mengatakan, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi atas masa kerja. Menurutnya, penghormatan kepada ASN juga menjadi pengingat mengenai tanggung jawab untuk menjaga amanah kemerdekaan.
“Dalam momentum kemerdekaan ini, mari kita menjaga amanah kemerdekaan dengan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Abdul Mu’ti.
Abdul Mu’ti mengajak seluruh insan pendidikan mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata, menjaga persatuan, serta terus berupaya menghadirkan pendidikan yang bermutu bagi masyarakat.
Nunuk: Pengabdian ASN Harus Terus Berkembang
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengaku bersyukur sekaligus bangga atas penghargaan yang diterimanya. Ia menilai Satyalancana Karya Satya menunjukkan perhatian negara terhadap ASN yang telah memberikan kontribusi dalam menjalankan tugas.
“Saya merasa bangga dan bersyukur karena pemerintah atau negara, khususnya Presiden, mengapresiasi kinerja para ASN. Ini menunjukkan perhatian yang besar pemerintah terhadap insan-insan ASN yang berdedikasi dan berkontribusi terhadap negara,” tutur Nunuk.
Menurut Nunuk, bentuk pengabdian ASN perlu menyesuaikan perkembangan zaman. Perubahan teknologi turut mendorong aparatur untuk terus meningkatkan kemampuan agar kontribusinya semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Ke depan, salah satu indikator pengabdian juga perlu melihat kontribusi terhadap bidang kerja yang berbasis teknologi, sehingga pengabdian dapat terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Pesan Solidaritas untuk Korban Bencana
Di tengah momentum penghargaan tersebut, Nunuk juga menyampaikan perhatian kepada para pegawai dan insan pendidikan yang bekerja di tengah keterbatasan setelah bencana, termasuk mereka yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia mengingatkan bahwa bencana tidak dapat diprediksi maupun sepenuhnya dihindari. Namun, masyarakat dan pemerintah dapat memperkuat mitigasi serta memastikan bantuan segera hadir bagi mereka yang terdampak.
“Musibah adalah sesuatu yang tidak bisa kita minta dan tidak bisa kita hindari. Yang dapat kita lakukan adalah melakukan mitigasi terhadap risiko bencana dan terus hadir membantu mereka yang terdampak,” kata Nunuk.
Kemendikdasmen, lanjut dia, memiliki pengalaman dalam mendampingi wilayah yang menghadapi bencana. Pendampingan tersebut antara lain dilakukan melalui program pemulihan psikologis atau trauma healing bagi guru serta pembekalan agar pendidik mampu membantu anak-anak menghadapi kondisi pascabencana.
“Kami sudah berpengalaman menangani daerah-daerah yang terkena musibah, termasuk memberikan trauma healing kepada guru dan pembekalan agar guru dapat membantu anak-anak segera bangkit dan terhindar dari trauma,” ujarnya.
Nunuk juga menekankan bahwa semangat pengabdian tetap menjadi bagian penting dalam menjalankan profesi guru. Ia memaknai kemerdekaan guru sebagai kebebasan untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, menyampaikan gagasan, dan memberikan yang terbaik kepada peserta didik.
“Kemerdekaan bagi guru pada zaman sekarang adalah merdeka untuk berekspresi, mengembangkan kompetensi, serta menyampaikan ide dan gagasan. Saatnya guru memerdekakan pikiran dan dirinya untuk terus meningkatkan kompetensi dan mengabdi kepada murid,” jelas Nunuk.
Yudhistira: 20 Tahun Mengabdi Jadi Keberkahan
Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha, yang menerima Satyalancana Karya Satya untuk masa pengabdian 20 tahun, memandang penghargaan tersebut sebagai bentuk keberkahan sekaligus pengingat untuk terus memberikan manfaat.
“Bisa bertahan dan mengabdi selama 20 tahun tentu menjadi sebuah keberkahan. Mudah-mudahan ke depan kami tetap dapat memberikan kontribusi, manfaat, dan inovasi bagi bangsa Indonesia, khususnya untuk mendorong Indonesia maju,” kata Yudhistira.
Yudhistira menilai dunia pendidikan menghadapi tantangan yang semakin beragam. Selain perubahan teknologi dan kebutuhan pendidikan yang terus berkembang, bencana juga dapat muncul sewaktu-waktu dan menuntut ASN bergerak cepat memberikan respons.
Karena itu, Yudhistira menilai semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kehadiran negara yang dirasakan masyarakat, terutama ketika mereka menghadapi situasi sulit.
“Makna kemerdekaan tidak hanya kita rasakan pada saat memperingati hari kemerdekaan. Kemerdekaan harus terus membara dalam kehidupan masyarakat. Sebagai ASN, kami memiliki tanggung jawab untuk mendukung pemerintah dan hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Penghargaan Satyalancana Karya Satya pada akhirnya bukan hanya menandai panjangnya masa pengabdian. Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa ASN memiliki tanggung jawab untuk terus bekerja, beradaptasi, dan hadir bagi masyarakat, termasuk ketika bencana melanda.
(Sumber: Kemendikdasmen)
