Update Gempa NTT: 69 Orang Meninggal, 34.689 Mengungsi, Rumah Rusak Capai 19.297
Gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menimbulkan dampak besar. Hingga Selasa (18/8/2026) pukul 09.00 Wita, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT mencatat 69 orang meninggal dunia. (Foto: SAR)
Editor: A. Rayyan K
GEBRAK.ID, KUPANG — Gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menimbulkan dampak besar. Hingga Selasa (18/8/2026) pukul 09.00 Wita, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT mencatat 69 orang meninggal dunia.
Selain korban jiwa, sebanyak 331 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, 34.689 warga harus meninggalkan rumah dan mengungsi ke sejumlah lokasi yang lebih aman.
Analis Kebijakan BPBD NTT Richard Pelt mengatakan angka tersebut merupakan data terbaru yang dihimpun pemerintah daerah hingga Selasa pagi.
“Total ini berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026),” ujar Richard.
Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak, yakni 26 orang. Berikutnya Manggarai Timur mencatat 25 korban, Nagekeo delapan korban, Sikka empat korban, serta Manggarai Barat, Ende, dan Ngada masing-masing dua korban.
Gempa juga menyebabkan kerusakan cukup luas pada permukiman warga. BPBD NTT mencatat 19.297 rumah terdampak di Flores dan wilayah sekitarnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.463 rumah mengalami rusak berat. Kemudian 2.481 rumah masuk kategori rusak sedang, sedangkan 12.006 lainnya mengalami kerusakan ringan.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah warga. Sejumlah fasilitas publik ikut terdampak, termasuk 658 satuan pendidikan, 172 fasilitas pelayanan kesehatan, 172 rumah ibadah, 187 perkantoran, serta 89 fasilitas umum lainnya.
Dampak gempa tersebut tersebar di delapan kabupaten, yaitu Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Ngada, Nagekeo, dan Sumba Timur.
Puluhan ribu warga memilih mengungsi karena kondisi bangunan yang terdampak serta kekhawatiran terhadap kemungkinan gempa susulan. Pemerintah dan petugas kebencanaan terus melakukan pendataan untuk memastikan kebutuhan para pengungsi dapat terpenuhi.
“Untuk saat ini, masyarakat yang mengungsi mencapai 34.689 orang,” kata Richard.
Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Provinsi NTT bersama BPBD, TNI-Polri, dan relawan masih bergerak melakukan evakuasi serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Pendataan juga terus berlangsung karena kondisi di lapangan dapat berubah seiring proses pencarian, evakuasi, dan verifikasi laporan dari setiap daerah.
Bagi warga yang masih berada di wilayah terdampak, pemerintah mengimbau agar tetap mengikuti arahan petugas dan mengutamakan keselamatan, terutama dengan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan.
(Sumber: BPBD NTT)
