Penembakan di Sekolah SMA Filipina Tewaskan 4 Orang, 9 Lainnya Terluka

penembakan-pistol-pixabay

Insiden penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah atas (SMA) di Kota Zamboanga, Filipina Selatan, Selasa (18/8/2026). Peristiwa tersebut menewaskan empat orang dan melukai sembilan lainnya. (Foto ilustrasi: Pixabay)

Editor: Saeful Imam

GEBRAK.ID, ZAMBOANGA — Insiden penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah atas (SMA) di Kota Zamboanga, Filipina Selatan, Selasa (18/8/2026). Peristiwa tersebut menewaskan empat orang dan melukai sembilan lainnya.

Laporan The Manila Times menyebut penembakan terjadi sesaat sebelum kegiatan belajar dimulai di Sekolah Menengah Atas Ateneo de Zamboanga.

Biro Investigasi Nasional Filipina menyatakan dua siswa dan dua petugas keamanan menjadi korban meninggal dunia. Sementara sembilan orang lainnya mengalami luka-luka. Pihak berwenang belum mengungkap identitas para korban.

Terduga pelaku juga tewas dalam insiden tersebut. Polisi mengidentifikasinya sebagai seorang siswa kelas empat SMA yang bersekolah di tempat yang sama dengan para korban.

Wali Kota Zamboanga Khymer Adan Olaso mengatakan, terduga pelaku dan para korban sama-sama merupakan siswa di sekolah swasta yang dikelola oleh Jesuit tersebut.

Menurut laporan awal pihak berwenang, terduga pelaku membawa pistol dan senapan ke lingkungan sekolah. Ia kemudian melepaskan tembakan di dalam salah satu ruang kelas tanpa provokasi yang jelas.

Motif Penembakan Masih Diselidiki

Polisi dan tim penyidik langsung mendatangi lokasi setelah kejadian. Mereka masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui motif penembakan serta memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi di dalam sekolah.

Pihak berwenang juga menyelidiki kemungkinan adanya kelalaian dalam sistem keamanan sekolah.

Informasi mengenai latar belakang terduga pelaku juga masih dikumpulkan. Laporan awal menyebut ayah siswa tersebut bekerja di Kantor Bea Cukai Kota Zamboanga.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan sejumlah siswa berlarian keluar dari gedung sekolah ketika suara tembakan terdengar. Situasi tersebut memicu kepanikan di lingkungan sekolah.

Hingga laporan ini ditulis, aparat masih mengamankan lokasi dan mengumpulkan bukti untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab penembakan.

Pihak berwenang belum menyampaikan motif resmi maupun keterangan lebih lanjut mengenai kondisi sembilan korban yang mengalami luka-luka.

(Sumber: Anadolu)