Penjualan Mobil Listrik Indonesia Melonjak, Tembus 87.758 Unit hingga Juli 2026

1787034202688

Permintaan EV Makin Kuat, Persaingan Merek China dan Pemain Lama Semakin Ketat. (Foto: ist)

Editor: Damar Pratama

GEBRAK. ID, JAKARTA— Pasar mobil listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan sepanjang 2026. Berdasarkan data wholesale Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi mobil listrik dari pabrik ke dealer sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 87.758 unit.

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 44.404 unit. Dengan demikian, berdasarkan kedua angka tersebut, kenaikannya secara matematis mencapai sekitar 97,6 persen. Angka pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya penetrasi kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) di pasar otomotif nasional.

Penjualan Mobil Listrik Tumbuh Pesat

Pertumbuhan pasar mobil listrik terlihat dari kinerja semester pertama 2026. Data Gaikindo yang dikutip detikOto menunjukkan distribusi mobil listrik pada Januari-Juni 2026 mencapai 69.739 unit, naik 80,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Artinya, tambahan distribusi pada Juli turut memperbesar total penjualan menjadi 87.758 unit hingga tujuh bulan pertama tahun ini.

Pertumbuhan tersebut berlangsung ketika pasar otomotif nasional secara keseluruhan juga mengalami perbaikan. Gaikindo mencatat penjualan wholesale seluruh kendaraan pada semester pertama 2026 mencapai 436.564 unit, naik 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja mobil listrik dengan pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan pasar otomotif secara keseluruhan memperlihatkan bahwa kendaraan elektrifikasi semakin mendapatkan tempat di pasar Indonesia.

Persaingan Merek Mobil Listrik Semakin Sengit

Pertumbuhan pasar EV juga diikuti perubahan peta persaingan antarprodusen. Pada semester pertama 2026, BYD masih menjadi salah satu pemain terbesar dengan distribusi sebanyak 21.432 unit, setara sekitar 30,73 persen pangsa pasar mobil listrik pada periode tersebut. Namun, persaingan tidak lagi hanya didominasi satu merek. Sejumlah produsen asal China maupun merek lain terus memperluas portofolio kendaraan listrik di Indonesia.

Jaecoo J5, misalnya, mencatat kinerja kuat pada semester pertama. Model tersebut bahkan menjadi salah satu mobil listrik dengan distribusi terbesar, sementara BYD Atto 1 dan Geely EX2 juga berada dalam persaingan papan atas.

Data Gaikindo untuk Mei 2026 juga memperlihatkan semakin beragamnya pilihan konsumen. Pada bulan tersebut, Jaecoo J5 memimpin distribusi mobil listrik dengan 2.943 unit, disusul Geely EX2 sebanyak 1.395 unit dan Wuling Eksion sebanyak 535 unit.

BYD Klaim Kuasai Lebih dari 40 Persen Pasar EV

Besarnya potensi pasar kendaraan listrik Indonesia juga tercermin dari kinerja BYD. Pada Juli 2026, BYD menyebut telah mendistribusikan lebih dari 97.000 kendaraan listrik di Indonesia sejak masuk ke pasar nasional pada 2024. Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan capaian tersebut membuat BYD menguasai lebih dari 40 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional berdasarkan data yang digunakan perusahaan.

BYD juga menyebut Atto 1 dan M6 menjadi dua model yang banyak diminati konsumen. M6 secara khusus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia di segmen MPV tujuh penumpang.

Harga Kompetitif Jadi Salah Satu Pendorong

Pertumbuhan mobil listrik juga berlangsung di tengah ketidakpastian mengenai kelanjutan insentif kendaraan listrik. Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika sebelumnya mengatakan pasar kendaraan listrik saat ini sudah cukup kuat dan harga antarproduk semakin kompetitif. Ia menyarankan pelaku industri tidak terlalu menggantungkan penjualan pada insentif pemerintah.

Meski demikian, pemerintah masih menyiapkan kebijakan untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Juli 2026 mengatakan insentif kendaraan listrik akan dikaitkan dengan program pengembangan mobil dan motor listrik nasional. Pemerintah juga menegaskan komitmen memperkuat ekosistem kendaraan listrik, termasuk melalui pengembangan industri dan produksi kendaraan listrik di dalam negeri.

Prospek Pasar EV Indonesia

Lonjakan penjualan sepanjang tujuh bulan pertama 2026 menjadi sinyal bahwa mobil listrik mulai memasuki fase persaingan yang lebih matang di Indonesia. Pertumbuhan tidak hanya ditopang oleh satu produsen, tetapi juga oleh bertambahnya pilihan model, persaingan harga, serta semakin agresifnya produsen memperluas jaringan penjualan.

Di sisi lain, keberlanjutan pertumbuhan pasar EV tetap akan dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari harga kendaraan, ketersediaan infrastruktur pengisian daya, kebijakan pemerintah, hingga daya beli masyarakat. Dengan penjualan yang telah mencapai 87.758 unit hingga Juli, pasar mobil listrik berpeluang kembali mencatat rekor baru pada akhir 2026 jika tren pertumbuhan berlanjut.Catatan data: Angka 87.758 unit dan 44.404 unit menghasilkan kenaikan sekitar 97,6 persen.

(berbagai sumber)