Sanksi Pemain Argentina Usai Keributan Final Piala Dunia Dipangkas, Ada Celah Aturan FIFA

timnas-argentina-AFA

Kabar baik datang untuk Timnas Argentina setelah FIFA menyetujui permintaan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) terkait sanksi sejumlah pemain dan staf pelatih akibat keributan seusai final Piala Dunia 2026. (Foto: AFA)

Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID — Kabar baik datang untuk Timnas Argentina setelah FIFA menyetujui permintaan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) terkait sanksi sejumlah pemain dan staf pelatih akibat keributan seusai final Piala Dunia.

Sanksi tersebut sebelumnya dijatuhkan setelah Argentina terlibat insiden dengan pemain Spanyol ketika pertandingan final berakhir. Spanyol meraih kemenangan 1-0 melalui gol pada babak tambahan waktu, sekaligus menggagalkan Argentina mempertahankan gelar juara.

FIFA kemudian menjatuhkan hukuman kepada tiga pemain Argentina dan asisten pelatih Roberto Ayala. Thiago Almada mendapat larangan tampil satu pertandingan karena perilaku tidak sportif.

Roberto Ayala menerima hukuman tiga pertandingan. Sementara Nahuel Molina harus menjalani larangan bermain selama tujuh pertandingan. Hukuman paling berat diterima Leandro Paredes yang mendapat larangan tampil dalam 10 pertandingan serta denda 65 ribu poundsterling atau sekitar Rp1,45 miliar.

Namun, AFA menemukan celah dalam aturan yang memungkinkan hukuman tersebut berkurang lebih cepat. Berdasarkan laporan Daily Mail, Jumat (28/8/2026), Argentina mengajukan permintaan agar pertandingan persahabatan internasional juga dihitung sebagai bagian dari masa hukuman.

FIFA telah menyetujui permintaan tersebut. Langkah ini membuka peluang bagi para pemain yang terkena sanksi untuk kembali lebih cepat saat Argentina menjalani pertandingan kompetitif.

Situasi tersebut membuat hukuman Paredes mendapat sorotan karena sebelumnya dibandingkan dengan sanksi berat yang pernah diterima Luis Suarez pada 2014. Striker Uruguay itu saat itu dilarang terlibat dalam seluruh aktivitas sepak bola selama empat bulan serta menjalani larangan tampil dalam sembilan pertandingan internasional kompetitif setelah menggigit bek Italia, Giorgio Chiellini, pada Piala Dunia 2014.

Argentina memiliki peluang memainkan hingga empat pertandingan persahabatan dalam dua jeda internasional pada musim gugur. Jika seluruh laga tersebut digunakan untuk menjalani hukuman, masa larangan tampil para pemain Argentina dapat terpangkas secara signifikan.

Argentina sudah mengamankan tiket ke Piala Dunia 2030 sebagai salah satu negara tuan rumah. Selain itu, Copa America tahun depan menjadi agenda penting yang harus dipersiapkan.

Dengan banyaknya agenda uji coba sebelum turnamen tersebut, Thiago Almada, Nahuel Molina, Leandro Paredes, dan Roberto Ayala berpeluang kembali tersedia saat Argentina memasuki persaingan Copa America.

(Sumber: Daily Mail)