Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Masih Misteri, Peresmian Agustus 2026
Perpanjangan LRT Jakarta dari Velodrome ke Manggarai akan segera beroperasi, namun tarif resminya masih dalam perhitungan Pemprov DKI Jakarta. (Foto: Wikipedia)
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA – Proyek perpanjangan LRT Jakarta dari Velodrome menuju Manggarai yang ditargetkan diresmikan pada Agustus 2026 ini dipastikan akan memudahkan mobilitas warga dari kawasan Kelapa Gading hingga Manggarai. Dengan tersambungnya rute baru ini, masyarakat dapat menempuh perjalanan Kelapa Gading-Manggarai hanya dalam waktu sekitar 28 menit. Namun, hingga saat ini, satu hal yang masih menjadi tanda tanya adalah besaran tarif untuk rute baru tersebut.
Direktur Teknik dan Pengembangan PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Robert Sarjaka, menyatakan bahwa tarif LRT Jakarta untuk rute Kelapa Gading-Manggarai masih dalam tahap kajian dan akan diputuskan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Saat ini, LRT Jakarta yang beroperasi pada rute Kelapa Gading-Velodrome sepanjang 5,8 km menerapkan tarif flat Rp5.000 per perjalanan.
Ketentuan ini diatur melalui Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 34 Tahun 2019. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa penentuan tarif untuk rute baru akan dilakukan secara profesional.
Pihaknya akan menggunakan skema perhitungan tarif MRT Jakarta sebagai referensi, meskipun karakteristik kedua moda transportasi tersebut berbeda. “Patokan yang digunakan untuk menghitung MRT itu bisa digunakan referensinya untuk LRT, walaupun tentunya LRT pasti berbeda,” ujar Pramono di Stasiun LRT Rawamangun.
Meski peluang adanya penyesuaian tarif, Pramono menegaskan bahwa harga tiket LRT harus tetap terjangkau bagi masyarakat. “Intinya bahwa tiketnya tentunya tetap harus terjangkau oleh masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, beredar isu tarif baru mencapai Rp60.000 hingga Rp160.000 per perjalanan. Namun, angka tersebut merupakan tarif keekonomian atau biaya operasional riil tanpa subsidi, yang bukan merupakan tarif yang akan dibayar penumpang.
Corporate Secretary LRT Jakarta, Sheila Indira Maharshi, menjelaskan bahwa tarif riil atau tarif keekonomian untuk rute yang ada saat ini (Pegangsaan Dua–Velodrome) mencapai sekitar Rp160.000 per penumpang. Angka tersebut mencakup seluruh biaya operasional seperti energi, pemeliharaan, dan sumber daya manusia.
Berkat subsidi pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO), masyarakat hanya perlu membayar Rp5.000. Sheila menambahkan bahwa dengan beroperasinya rute fase 1B hingga Manggarai, jumlah penumpang diprediksi meningkat, sehingga tarif keekonomian per orang dapat menurun dan beban subsidi pun mengecil.
Sementara menunggu regulasi tarif baru melalui Peraturan Gubernur, Pemprov DKI Jakarta berencana memberlakukan tarif promo sebesar Rp1 untuk rute Velodrome-Manggarai. Namun, tarif promo ini hanya berlaku untuk rute baru, sedangkan untuk rute eksisting Kelapa Gading-Velodrome akan tetap dikenakan tarif Rp5.000.
Rute perpanjangan LRT Jakarta dari Velodrome menuju Manggarai memiliki panjang 6,4 km dan akan melewati 5 stasiun baru, yaitu Rawamangun, Pramuka, Kayu Manis (atau Matraman sesuai beberapa sumber), Proklamasi, dan berakhir di Manggarai. Dengan demikian, total panjang jalur LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Manggarai menjadi 12,2 km dengan 11 stasiun, menghubungkan tiga wilayah Jakarta: Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.
Peresmian LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai direncanakan berlangsung pada Agustus 2026 dan akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto. Saat beroperasi nanti, jam operasional LRT akan disamakan dengan jadwal KRL, yaitu mulai pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB, dengan kapasitas awal mengakomodasi 60.000 hingga 80.000 penumpang per hari.
(berbagai sumber)
