Akun Instagram Nusron Wahid Mendadak Hilang Usai OTT KPK, Netizen Ramai Bertanya

1789639740581

Akun yang sebelumnya terverifikasi dengan centang biru dan memiliki ratusan ribu pengikut itu tidak lagi ditemukan. (Foto: ist)

GEBRAK.ID,JAKARTA —Di tengah pusaran Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat empat orang kepercayaannya, akun Instagram resmi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, @nusronwahid, dilaporkan mendadak tidak dapat diakses.

Akun yang sebelumnya terverifikasi dengan centang biru dan memiliki ratusan ribu pengikut itu tidak lagi ditemukan saat ditelusuri pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 14.10 WIB. Saat nama akun tersebut diketik di mesin pencari Google, hasil pencarian masih menampilkan jejaknya, namun ketika diklik, muncul keterangan “pengguna tidak ditemukan”.

Jejak Digital yang Hilang di Tengah Sorotan

Akun Instagram @nusronwahid sebelumnya dikenal sebagai kanal resmi Nusron untuk menyampaikan berbagai kegiatan dan pernyataan publiknya. Akun tersebut telah digunakan bertahun-tahun dan menjadi salah satu sumber informasi utama mengenai aktivitas menteri asal Kudus, Jawa Tengah, itu.

Hilangnya akun tersebut terjadi bersamaan dengan ketidakhadiran Nusron dalam dua agenda penting di DPR RI. Pada Selasa (15/9/2026), Nusron tidak menghadiri rapat Komisi II DPR yang membahas pengelolaan aset pemerintah daerah dan aset BUMD. Keesokan harinya, Rabu (16/9/2026), ia kembali absen dalam rapat penetapan dan penyesuaian RKA K/L Tahun 2027.

Dalam kedua agenda tersebut, Nusron diwakili oleh Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan. Ossy menyatakan bahwa ketidakhadiran Nusron karena memiliki penugasan dan kegiatan lain yang sudah terjadwal. Namun, Ossy mengaku tidak mengetahui lokasi pasti Nusron saat itu dan menyebut perlu mengecek ke Sekretariat Menteri.

KPK Dalami Keterkaitan Nusron

OTT yang digelar KPK pada Senin (14/9/2026) terkait dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) lahan PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor. Dalam operasi tersebut, KPK menyita uang tunai senilai total Rp106,3 miliar yang merupakan sitaan terbesar sepanjang sejarah OTT KPK.

KPK menetapkan delapan tersangka, empat di antaranya disebut sebagai orang kepercayaan Nusron Wahid, yaitu Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menyatakan bahwa penyidik sedang mendalami dugaan keterlibatan Nusron dalam perkara ini. “Terkait soal NW (Nusron Wahid) sudah disebutkan di pemeriksaan-pemeriksaan. Nah, ini memang sedang didalami oleh tim penyidik dalam proses penyidikan,” ujar Taufik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (15/9/2026) malam.

Istana tidak akan Intervensi

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak akan ikut campur dalam proses hukum yang sedang berjalan di KPK. Menurutnya, Presiden selalu menyerahkan persoalan hukum kepada aparat penegak hukum.

“Ya kita serahkan. Pak Presiden itu selalu mengatakan bahwa kalau ada masalah hukum dan sebagainya, serahkanlah kepada aparat penegak hukum. Jadi beliau tidak akan mau ikut campur soal begitu-begitu,” kata Bambang di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Nusron Wahid maupun Kementerian ATR/BPN mengenai alasan hilangnya akun Instagram tersebut. CNNIndonesia.com melaporkan telah menghubungi dua nomor telepon yang biasa dipegang Nusron, namun tidak ada respons, dan pesan singkat juga tidak terbaca.

(A. Rayyan K/ berbagai sumber)