Basarnas Kerahkan 22 Armada Cari 129 Korban Kapal Virgo Transport 8

basarnas kapal sar

Basarnas memperkuat operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa. Memasuki hari kedua, sebanyak 22 armada laut dan udara dikerahkan untuk mencari 129 orang yang masih belum ditemukan. (Foto: Basarnas)

GEBRAK.ID — Basarnas memperkuat operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa. Memasuki hari kedua, sebanyak 22 armada laut dan udara dikerahkan untuk mencari 129 orang yang masih belum ditemukan.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, tambahan armada dilakukan untuk memperluas area pencarian sekaligus mempercepat proses evakuasi. Dari 22 armada tersebut, 17 merupakan unsur laut dan lima lainnya unsur udara.

“Pada operasi SAR memasuki hari kedua, di armada udara kami mengerahkan langsung lima armada pesawat dan helikopter,” kata Mohammad Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (14/9/2026).

Lima unsur udara itu terdiri atas helikopter Basarnas HR 36012, helikopter AS-365 Mabes Polri, pesawat CN-235 TNI AL, helikopter Panther HS 1310 TNI AL, serta pesawat Cessna 208 Caravan milik BNPB.

Sementara di laut, operasi melibatkan sejumlah kapal Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polri, Distrik Navigasi dan unsur lainnya. Armada tersebut antara lain KN SAR Laksamana 241 Banjarmasin, KN SAR Wisanggeni 236 Balikpapan, KN SAR Kamajaya 104 Makassar, KN SAR Permadi 249 Surabaya, KRI Nala, KRI Pulau Fani, KRI Canopus dan KRI I Gusti Ngurah Rai.

Baca juga: Kapal Virgo Angkut 243 Penumpang Terbalik di Laut Jawa, 115 Orang Diselamatkan

Berdasarkan perkembangan operasi, tim SAR gabungan telah menemukan 114 orang dari total 243 orang yang berada di dalam Kapal Virgo Transport 8. Sebanyak 108 orang berhasil diselamatkan, sedangkan enam lainnya meninggal dunia. Dengan demikian, masih ada 129 orang yang dalam pencarian.

Dari 114 korban yang telah ditemukan, sebanyak 86 orang sudah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Mereka terdiri atas 85 korban selamat dan satu korban meninggal dunia.

Kapal Virgo Transport 8 sebelumnya hilang kontak di perairan Masalembo pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA ketika dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Sebelum kehilangan kontak, kapal dilaporkan menghadapi kondisi cuaca buruk dan mengalami kemiringan.

Pencarian juga diarahkan ke bawah permukaan laut. Basarnas menyiapkan personel khusus dari Basarnas Special Group (BSG), Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, serta penyelam lainnya untuk mendukung operasi underwater.

KRI Canopus menjadi salah satu armada penting dalam pencarian bawah air karena memiliki kemampuan searching underwater. Kapal tersebut juga dilengkapi drone bawah air yang dapat membantu penyisiran ketika kondisi perairan memungkinkan.

Namun, Basarnas belum menurunkan tim penyelam karena arus di lokasi masih dinilai terlalu kuat. Mohammad Syafii menegaskan keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama sebelum operasi bawah air dimulai.

“KRI Canopus yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan searching underwater sudah ada di lokasi. Namun untuk menurunkan personel-personel yang memiliki kemampuan underwater, karena memang kondisi arus tidak memungkinkan, sampai di jam ini belum kita turunkan,” ujar Mohammad Syafii.

Operasi SAR akan terus diperkuat sambil menunggu kondisi laut yang lebih aman. Basarnas bersama TNI, Polri, BNPB dan unsur terkait lainnya masih melakukan penyisiran untuk menemukan 129 korban yang belum diketahui keberadaannya.

(Saeful Imam/Berbagai Sumber)