Celine Dion Menangis di Panggung, Comeback Setelah 6 Tahun Bikin Penonton Terharu
Penyanyi Celine Dion saat tampil pada pembukaan Olimpiade Paris 2024 pada Jumat (26/7/2024). (Foto: IOC)
GEBRAK.ID — Celine Dion akhirnya kembali menggelar konser penuh setelah sekitar enam tahun meninggalkan panggung. Penyanyi asal Kanada itu membuka rangkaian konsernya di Plenitude Arena, Nanterre, Prancis, Sabtu (12/9/2026) malam.
Momen comeback tersebut berlangsung emosional. Dion yang kini berusia 58 tahun langsung menyeka air mata ketika memulai penampilannya dengan lagu On Ne Change Pas, lagu berbahasa Prancis yang dirilis pada 1998.
Beberapa saat setelah lagu dimulai, pelantun My Heart Will Go On itu berhenti sejenak. Ia meletakkan tangan di dada dan menyatukan kedua tangannya sebagai bentuk rasa terima kasih kepada para penggemar.
Setelah berhasil menguasai emosinya, Dion melanjutkan lagu tersebut hingga selesai. Ia kemudian membawakan Destin sebelum menyapa penonton menggunakan bahasa Prancis dan Inggris.
“Aku telah membuat janji. Aku berjanji untuk kembali, untuk kembali ke panggung. Jadi, inilah aku, bernyanyi untuk kalian dan bernyanyi untuk diriku sendiri, menyanyikan kehidupan!” kata Celine Dion kepada penonton.
Pernyataan itu langsung disambut antusias ribuan penggemarnya. Menurut laporan Le Monde, sekitar 30.000 penonton menyaksikan konser tersebut. Dion membawakan 25 lagu dalam pertunjukan yang berlangsung sekitar dua jam 15 menit.
Dion kemudian mengungkapkan rasa terima kasih kepada penggemar yang terus memberikan dukungan selama dirinya menjalani masa sulit.
“Terima kasih banyak atas dukungan, kesabaran, dan jika boleh saya katakan: saya menjadi seperti sekarang ini karena kalian mencintai saya,” ujarnya sebelum menyanyikan Because You Loved Me.
Konser di Paris menjadi penampilan penuh pertama Dion sejak Maret 2020. Saat itu, rangkaian tur Courage World Tour harus terhenti akibat pandemi COVID-19. Rencana pertunjukan berikutnya kemudian batal setelah Dion menghadapi masalah kesehatan akibat stiff-person syndrome atau sindrom orang kaku yang didiagnosis pada 2022.
Gangguan neurologis langka dan progresif tersebut dapat menyebabkan kekakuan otot, gangguan mobilitas, kejang yang menyakitkan, hingga masalah pernapasan. Meski begitu, Dion perlahan kembali tampil di depan publik.
Ia sempat tampil pada upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024 dan dalam peragaan busana Elie Saab di Arab Saudi pada tahun yang sama. Namun, konser di Nanterre menjadi penanda kembalinya Dion dalam pertunjukan penuh.
Untuk mempersiapkan comeback, Dion menjalani terapi fisik dan vokal, imunoterapi, serta latihan Pilates tiga kali dalam sepekan. Ia juga mengikuti kelas balet sebagai bagian dari persiapannya menghadapi rangkaian konser.
Pertunjukan tersebut menjadi pembuka rangkaian 26 konser Dion di Paris. Situs resmi Celine Dion sebelumnya mengumumkan tambahan jadwal setelah tingginya permintaan terhadap konser comeback sang diva.
Bagi Dion, kembalinya ia ke panggung bukan sekadar konser. Momen tersebut menjadi jawaban atas janji yang pernah ia sampaikan kepada penggemar: kembali bernyanyi dan kembali menjalani hidup di atas panggung.
(Devona R/Berbagai Sumber)
