Dipanggil Prabowo ke Istana, Dirjen Bea Cukai Djaka: Belum Tahu
Djaka Budhi Utama datang seorang diri dengan seragam lengkap Bea Cukai. (Foto:FB okezone)
GEBRAK.ID,JAKARTA–Dirjen Bea Cukai Kemenkeu mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9/2026) sore. Djaka tiba sekitar pukul 15.40 WIB dengan mengenakan seragam lengkap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dia datang seorang diri dan langsung berjalan menuju area Istana.
Saat ditanya wartawan mengenai agenda kedatangannya, Djaka tidak memberikan penjelasan panjang.”Belum tahu,” ujar Djaka ketika ditanya mengenai pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto.
Dia juga tidak menjelaskan apakah kedatangannya merupakan pemanggilan khusus dari Presiden Prabowo. Djaka kemudian masuk ke kompleks Istana tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.
Bertepatan dengan Rapat Industri Tekstil
Kedatangan Djaka berlangsung ketika Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas yang membahas industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Sejumlah pejabat pemerintah disebut hadir dalam pembahasan tersebut. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani sebelumnya menyebut sektor TPT menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden.
Meski demikian, belum ada keterangan resmi yang memastikan bahwa pemanggilan Djaka secara khusus berkaitan dengan agenda industri tekstil tersebut. Bisnis.com melaporkan kemungkinan keterkaitan itu dengan aspek kepabeanan dan perdagangan, tetapi alasan spesifik kedatangan Djaka belum diungkap pemerintah.
Pagi Harinya Bea Cukai Ungkap Impor Ilegal
Sebelum mendatangi Istana, Djaka pada Selasa pagi memberikan keterangan mengenai penindakan impor ilegal yang dilakukan Bea Cukai. DJBC mengungkap penindakan terhadap beras, garam, serta pakaian bekas impor yang diduga masuk secara ilegal atau tidak sesuai dengan dokumen kepabeanan. Total nilai barang yang diamankan dalam rangkaian penindakan tersebut mencapai sekitar Rp27,34 miliar.
Barang yang ditemukan terdiri dari 30 kontainer berisi beras dan garam serta 1.435 bale pakaian bekas. Penindakan dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk Pelabuhan Tanjung Perak, kawasan berikat di Bogor, Perairan Gosong Bunga-Bunga di Sumatera Utara, dan Pelabuhan Tanjung Priok. Djaka mengatakan pemeriksaan menemukan indikasi misdeklarasi atau pemberitahuan barang yang tidak benar.
Penanganan kasus tersebut dilakukan lebih lanjut dengan koordinasi bersama sejumlah instansi penegak hukum dan kementerian terkait. Dalam konferensi pers tersebut, Djaka juga menjelaskan bahwa salah satu tantangan pengawasan impor ilegal adalah luasnya wilayah perbatasan, termasuk kawasan perairan Selat Malaka dan perbatasan Kalimantan. Faktor sarana, prasarana, serta jumlah personel turut memengaruhi pengawasan di wilayah tersebut.
Tetap Jalankan Pengawasan Bea Cukai
Sepekan sebelumnya, Djaka menyatakan tidak ada perubahan arahan dalam pelaksanaan tugas Bea Cukai setelah Suahasil Nazara menjabat sebagai Menteri Keuangan. Menurut Djaka, Bea Cukai tetap menjalankan fungsi utama berupa pengawasan dan penindakan terhadap penyelundupan serta berbagai aktivitas ilegal, sekaligus mengamankan penerimaan negara.
Adapun Djaka Budhi Utama resmi menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai sejak 23 Mei 2025. Berdasarkan profil resmi DJBC, sebelum menduduki jabatan tersebut dia merupakan Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN).
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Istana mengenai materi pertemuan Presiden Prabowo dengan Djaka maupun keputusan yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
(Dinar K/ berbagai sumber)
