IKI September Melambat, Industri Indonesia Masih Tumbuh Ekspansif

Perajin Pakaian, Industri Kecil

Perajin pakaian menyelesaikan pesanan seragam sekolah di kawasan Pusat Industri Kecil, Cakung, Jakarta, Jumat (3/7/2026). (Foto: Bloomberg Technoz/Andrean Kristiant)

GEBRAK.ID, JAKARTA — Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada September 2026 tercatat sebesar 51,93, atau turun 0,37 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 53,10. Meski mengalami perlambatan, indeks tersebut masih menunjukkan sektor industri nasional berada dalam fase ekspansi karena masih berada di atas ambang batas 50.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arief, mengatakan perlambatan IKI September antara lain dipengaruhi oleh dampak fenomena super El Nino yang mulai dirasakan sejumlah industri di dalam negeri. “Di dalam negeri juga ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Beberapa di antaranya adalah super El Nino, yang sudah mulai dirasakan oleh beberapa industri, “kata Febri dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Selain faktor domestik, tekanan terhadap sektor industri juga datang dari kondisi global. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah masih tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) global yang dinilai memberikan dampak terhadap aktivitas industri, baik dari sisi produksi maupun permintaan.

Meskipun IKI secara keseluruhan mengalami penurunan, sebanyak 15 dari 23 subsektor industri yang dianalisis masih mencatat kinerja ekspansif. Dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi adalah industri makanan dan minuman (KBLI 11) serta industri angkutan lainnya (KBLI 30).

Sementara itu, delapan subsektor tercatat mengalami kontraksi. Subsektor tersebut antara lain industri kulit, furnitur dan barang anyaman bambu-rotan sejenisnya; industri kertas dan barang dari kertas; percetakan dan reproduksi media rekaman; industri karet dan barang dari karet dan plastik; industri komputer; serta industri mesin.

Dari sisi variabel pembentuk IKI, indikator pesanan baru justru meningkat 0,27 poin menjadi 53,40. Sebaliknya, indikator produksi mengalami perlambatan sebesar 1,32 poin menjadi 53,78.

Dengan demikian, meskipun kepercayaan industri pada September 2026 sedikit melemah dibandingkan Agustus, aktivitas sektor manufaktur secara keseluruhan masih berada di zona ekspansi. Perkembangan permintaan baru dan produksi menjadi indikator yang perlu dicermati di tengah tekanan faktor domestik maupun global. (*)

(Zaky Al Hamzah)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID