PSSI Ucapkan Terima Kasih ke Satoru Mochizuki, Dua Trofi AFF Jadi Warisan Bersejarah
PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan Satoru Mochizuki sebagai pelatih kepala Timnas Putri Indonesia. Meski berpisah, federasi memberi apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi pelatih asal Jepang itu, terutama setelah mempersembahkan dua gelar AFF Women's Cup secara beruntun. (Foto: PSSI)
GEBRAK.ID — PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan Satoru Mochizuki sebagai pelatih kepala Timnas Putri Indonesia. Meski berpisah, federasi memberi apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi pelatih asal Jepang itu, terutama setelah mempersembahkan dua gelar AFF Women’s Cup secara beruntun.
Kabar perpisahan ini diumumkan melalui akun Instagram resmi Timnas Indonesia pada Kamis (5/11/2026). PSSI menyampaikan terima kasih atas kerja keras dan sejarah indah yang ditinggalkan Mochizuki untuk Garuda Pertiwi.
Anggota Exco PSSI yang juga Ketua Komite Sepak Bola Wanita, Vivin Cahyani Sungkono, menegaskan bahwa kontribusi Mochizuki melampaui sekadar trofi. Menurutnya, pelatih berusia 62 tahun itu berperan besar dalam membangun kepercayaan diri pemain dan membuka kesempatan bersaing di level internasional.
“Dua gelar AFF Women’s Cup secara beruntun dan lolos ke Piala Asia Putri U17 2027 merupakan pencapaian bersejarah yang patut kita banggakan bersama,” kata Vivin dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Trofi Pertama Sepanjang Sejarah
Mochizuki pertama kali ditunjuk sebagai pelatih kepala pada 20 Februari 2024. Pada tahun yang sama, ia langsung mengantar Indonesia menjuarai AFF Women’s Cup 2024 setelah mengalahkan Kamboja 3-1 di partai final. Gelar itu menjadi trofi internasional pertama dalam sejarah Timnas Putri Indonesia.
Baca Juga
Dua tahun berselang, Mochizuki kembali membawa Garuda Pertiwi mempertahankan gelar. Indonesia tampil dominan dan menang 5-0 atas Laos pada final di Kuala Lumpur, Malaysia. Kemenangan itu memastikan Indonesia meraih gelar secara beruntun pada edisi 2024 dan 2026.
Selain itu, Mochizuki juga mengantarkan Timnas Putri U17 Indonesia lolos ke Piala Asia Putri U17 2027 melalui babak kualifikasi.
Sempat Berganti Peran
Perjalanan Mochizuki bersama Garuda Pertiwi tidak selalu mulus. Pada 2025, ia sempat tidak lagi menjabat sebagai pelatih kepala dan dialihkan menjadi Ketua Tim Pengembangan Sepak Bola Putri. Namun, PSSI kembali mempercayakan posisi pelatih kepala kepadanya pada April 2026, dan kepercayaan itu terbayar dengan gelar AFF kedua.
“Kami berharap Coach Mochizuki selalu sukses dalam perjalanan berikutnya,” ujar Vivin.
Hingga saat ini, PSSI belum mengumumkan sosok pengganti Mochizuki. Sejumlah nama beredar, termasuk pelatih asal Jerman, Timo Scheunemann. Yang jelas, warisan Mochizuki berupa dua trofi regional dan fondasi sepak bola putri yang lebih percaya diri akan menjadi tolok ukur bagi penerusnya.
(Damar Pratama/Sumber: PSSI)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID