Makanan Sehat Ini Bikin Sering Kentut, Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya

vegetables-5443802_640

Makanan sehat seperti kacang-kacangan, brokoli, kubis, hingga bawang putih dikenal kaya nutrisi dan baik untuk tubuh. Namun, di balik manfaat tersebut, sejumlah makanan justru dapat membuat seseorang lebih sering kentut. (Foto ilustrasi: Pixabay)

GEBRAK.ID — Makanan sehat seperti kacang-kacangan, brokoli, kubis, hingga bawang putih dikenal kaya nutrisi dan baik untuk tubuh. Namun, di balik manfaat tersebut, sejumlah makanan justru dapat membuat seseorang lebih sering kentut.

Kondisi itu sebenarnya berkaitan dengan proses alami yang berlangsung di dalam sistem pencernaan. Selain udara yang masuk ketika seseorang makan, minum, berbicara, atau menelan, sebagian besar gas berasal dari aktivitas bakteri di usus besar.

Serat dan pati yang tidak dapat diserap tubuh akan mencapai usus besar. Di sana, bakteri usus memfermentasi bahan tersebut sehingga menghasilkan gas.

“Bakteri probiotik sehat di usus Anda akan memfermentasi serat yang tidak dapat dicerna ini untuk mengonsumsinya, dan gas akan terbentuk dalam proses tersebut,” kata ahli gizi yang berspesialisasi dalam gangguan makan dan nutrisi kuliner Christine Byrne, MPH, RD, dalam siaran Eating Well, Selasa (1/9/2026) waktu setempat.

Menurut Byrne, gas tersebut kemudian dikeluarkan melalui anus. Proses fermentasi itu juga menghasilkan asam lemak rantai pendek yang memiliki berbagai manfaat, antara lain membantu melindungi jantung, hati, dan otak, mendukung metabolisme, serta melawan peradangan.

Ahli gizi terdaftar Holly Larson, MS, RD menjelaskan, respons tubuh terhadap makanan berserat bisa berbeda karena komposisi bakteri usus setiap orang tidak sama. Toleransi terhadap serat juga dapat berubah ketika seseorang mulai menyesuaikan pola makan.

Kacang-kacangan menjadi salah satu makanan yang mudah memicu gas karena mengandung oligosakarida, jenis karbohidrat yang sangat mudah difermentasi. Makanan lain yang mengandung senyawa tersebut antara lain gandum, bawang bombai, bawang putih, dan gandum hitam.

Sementara itu, brokoli, kembang kol, kubis, kale, dan kubis Brussel dapat menghasilkan kentut dengan aroma lebih kuat. Selain serat dan raffinose, sayuran tersebut mengandung senyawa sulfur bernama glukosinolat.

Gas dan kembung juga dapat muncul setelah mengonsumsi makanan yang mengandung FODMAP, terutama pada orang dengan sindrom iritasi usus (IBS) atau sensitivitas pencernaan. Beberapa di antaranya adalah bawang bombai, bawang putih, gandum, kacang-kacangan, mangga, ara, madu, apel, dan pir.

(Devona R/Sumber: Eating Well)