Prodi K3 Polteknaker Raih Akreditasi Unggul, Bukti Mutu Pendidikan Vokasi Makin Kuat

polteknaker menaker

Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes).(Foto: Humas Kemnaker)

GEBRAK.ID, JAKARTA — Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes).

Predikat tersebut resmi ditetapkan melalui Surat Keputusan Pengurus LAM-PTKes Nomor 0583/LAM-PTKes/Akr/Dip/VIII/2026 tertanggal 29 Agustus 2026.

Pencapaian itu menjadi salah satu indikator bahwa penyelenggaraan pendidikan vokasi K3 di Polteknaker telah memenuhi standar mutu nasional. Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat posisi Polteknaker dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Cris Kuntadi, mengatakan predikat Akreditasi Unggul menunjukkan kualitas pengelolaan akademik dan proses pembelajaran pada Program Studi K3 Polteknaker.

“Pencapaian ini membuktikan bahwa pengelolaan dan proses akademik di Prodi K3 Polteknaker telah memenuhi kriteria mutu nasional. Kami terus berinovasi demi mencetak lulusan yang berdaya saing global,” ujar Cris Kuntadi melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (6/9/2026).

Menurut Cris, keberhasilan tersebut juga mencerminkan keseriusan Polteknaker dalam membangun tata kelola pendidikan yang mampu mengikuti perubahan dan kebutuhan dunia kerja.

Proses untuk mencapai predikat Akreditasi Unggul tidak terlepas dari berbagai penguatan yang dilakukan secara internal. Polteknaker melakukan pembaruan kurikulum, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, melengkapi fasilitas pembelajaran, serta memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Langkah tersebut penting karena pendidikan K3 tidak cukup hanya mengandalkan penguasaan teori. Lulusan juga harus mampu menerapkan pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja secara tepat ketika menghadapi berbagai kondisi di lapangan.

Cris menegaskan Polteknaker akan terus menjaga standar mutu yang telah dicapai. Salah satunya dengan menindaklanjuti rekomendasi hasil evaluasi serta memperkuat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dan sektor industri.

“Langkah ini diambil untuk menjamin lulusan Polteknaker tidak hanya menguasai landasan teori K3 yang kuat, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang adaptif di lapangan,” pungkas Cris.

Raihan Akreditasi Unggul tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi Program Studi Sarjana Terapan K3 Polteknaker untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tuntutan dunia kerja dan memiliki daya saing global.

(Devona R/Sumber: Biro Humas Kemnaker)