Viral Atlet Australia Joanna Wietrzyk Mencret Saat Lomba Hyrox Picu Perubahan Aturan

joanna-wietrzyk-1789470189356_169

Atlet Australia Joanna Wietrzyk menjadi sorotan setelah mengalami inkontinensia feses atau buang air besar tanpa sengaja saat mengikuti lomba Hyrox di Beijing, China, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Instagram/@joannawietrzyk)

GEBRAK.ID — Atlet Australia Joanna Wietrzyk menjadi sorotan setelah mengalami inkontinensia feses atau buang air besar tanpa sengaja saat mengikuti lomba Hyrox di Beijing, China, Sabtu (12/9/2026). Meski mengalami kondisi tersebut di tengah perlombaan, Wietrzyk tetap melanjutkan pertandingan hingga finis dan keluar sebagai pemenang.

Peristiwa itu kemudian viral di media sosial. Sejumlah video memperlihatkan Wietrzyk tetap menjalani berbagai tantangan fisik meski mengalami insiden tersebut.

Joanna Wietrzyk bukan atlet sembarangan. Ia merupakan pemegang rekor dunia Hyrox kategori solo putri dan mendapat undangan untuk tampil dalam ajang Hyrox Beijing.

Hyrox merupakan kompetisi kebugaran yang memadukan lari dengan latihan fisik berintensitas tinggi. Peserta secara bergantian menempuh lari sejauh 1 kilometer dan menyelesaikan sejumlah tantangan, termasuk rowing, sled push, burpee, lempar bola beban, serta lunge sambil membawa sandbag.

Insiden Wietrzyk memicu perdebatan mengenai kesehatan dan keselamatan peserta. Pasalnya, sejumlah perlengkapan dalam lomba digunakan secara bersama-sama oleh peserta lain.

Hyrox kemudian mengakui adanya kesalahan dalam menangani situasi tersebut. Pendiri sekaligus salah satu pendiri Hyrox, Moritz Fürste, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

“Hyrox melakukan kesalahan karena tidak segera bereaksi saat perlombaan berlangsung. Pada akhirnya, tugas saya untuk mengantisipasi potensi insiden seperti ini, dan saya tidak melakukannya,” ujar Fürste dalam pernyataannya yang dikutip sejumlah media, Selasa (15/9/2026)

Fürste mengatakan Hyrox telah memperbarui aturan dan prosedur agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Aturan baru tersebut memberikan kewenangan kepada direktur lomba untuk menghentikan peserta apabila darah, muntah, urine, atau feses menimbulkan risiko terhadap kesehatan peserta maupun atlet lainnya. Peserta yang dihentikan karena alasan medis akan dicatat sebagai Did Not Finish atau DNF.

Hyrox World juga menjelaskan bahwa mereka sebenarnya telah memiliki prosedur medis dan penanganan kontaminasi biologis. Namun, penerapan protokol untuk peserta elite dan peserta massal dalam insiden di Beijing dinilai menimbulkan ambiguitas.

Sementara itu, Hyrox China menyatakan area yang terdampak langsung ditutup dan diisolasi setelah perlombaan. Peralatan yang terkontaminasi disingkirkan, proses disinfeksi dilakukan secara menyeluruh, dan karpet di lokasi diganti sebelum kompetisi berlanjut pada hari berikutnya.

Kasus Joanna Wietrzyk akhirnya tidak hanya menjadi perbincangan mengenai daya tahan seorang atlet, tetapi juga mendorong Hyrox memperjelas standar kesehatan dan keselamatan dalam kompetisi.

(A. Rayyan K/Berbagai Sumber)