Wisatawan Malaysia Makin Doyan Naik Whoosh, Tembus 1.150 Tiket per Hari
Para penari menampilkan Tari Merak dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Barat di Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada 19 Agustus 2026. (Foto: Antara/Xinhua)
GEBRAK.ID — Wisatawan Malaysia semakin menjadikan kereta cepat Whoosh sebagai pilihan transportasi saat berkunjung ke Indonesia. PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) mencatat rata-rata penjualan tiket kepada warga negara Malaysia mencapai 1.150 tiket per hari pada September 2026.
Data KCIC menunjukkan hingga Agustus 2026 terdapat 403.600 perjalanan penumpang warga negara Malaysia yang menggunakan Whoosh. Angka tersebut mencapai 42,8 persen dari total 944.100 perjalanan penumpang warga negara asing non-Indonesia.
Capaian itu membuat Malaysia tetap menjadi negara asal wisatawan mancanegara dengan jumlah pengguna Whoosh terbanyak.
Pada periode Januari hingga Agustus 2026 saja, KCIC mencatat 105.100 perjalanan penumpang asal Malaysia. Jumlah tersebut setara sekitar 40 persen dari total perjalanan penumpang warga negara asing.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, tingginya minat wisatawan Malaysia tidak terlepas dari kemudahan yang diberikan Whoosh untuk menghubungkan Jakarta dan Bandung.
“Wisatawan Malaysia menjadi pengguna Whoosh dari kalangan warga negara asing dengan jumlah terbesar. Kehadiran Whoosh membuat perjalanan Jakarta-Bandung menjadi lebih cepat dan nyaman sehingga wisatawan dapat mengunjungi lebih banyak destinasi dalam waktu yang terbatas,” ujar Eva dikutip dari Xinhua, Selasa (15/9/2026).
Ketepatan waktu juga menjadi salah satu daya tarik Whoosh. Pada semester I 2026, KCIC mencatat tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,4 persen dari 10.640 perjalanan. Sebanyak 10.574 perjalanan berangkat sesuai jadwal.
Menurut KCIC, peningkatan minat wisatawan Malaysia turut didorong kerja sama antara biro perjalanan di Malaysia dengan mitra perjalanan di Jakarta dan Bandung. KCIC juga aktif mempromosikan Whoosh melalui MATTA Fair di Kuala Lumpur dan sales mission di Penang.
Dalam kegiatan tersebut, KCIC memperkenalkan layanan Whoosh sekaligus membuka peluang penyusunan paket wisata yang menggabungkan perjalanan kereta cepat dengan akomodasi dan destinasi wisata.
Wisatawan Malaysia yang menggunakan Whoosh datang dari berbagai segmen, mulai dari pelancong tunggal, keluarga, kelompok kecil hingga peserta paket wisata. Mereka umumnya menyusun perjalanan Jakarta-Bandung selama empat hingga lima hari.
Di Jakarta, wisatawan banyak memilih wisata urban dan belanja. Sementara di Bandung serta Jawa Barat, kuliner, Lembang, dan Ciwidey menjadi sejumlah tujuan yang diminati.
Bagi sebagian wisatawan, perjalanan menggunakan Whoosh bahkan bukan sekadar sarana berpindah kota. Kereta cepat tersebut menjadi bagian dari pengalaman wisata selama berada di Indonesia.
KCIC juga terus mengedukasi wisatawan agar melakukan pembelian tiket melalui kanal resmi. Pilihannya antara lain aplikasi Whoosh, situs resmi KCIC, loket dan mesin penjual tiket di stasiun, Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.
Eva mengatakan, KCIC akan terus memperkuat kualitas pelayanan sekaligus memperluas kerja sama dengan pelaku industri pariwisata di Indonesia dan Malaysia.
“Kami berharap Whoosh dapat semakin memudahkan wisatawan menikmati perjalanan yang terintegrasi di Jakarta, Bandung, dan berbagai destinasi wisata di Jawa Barat,” kata Eva menandaskan.
(Devona R/Sumber: Xinhua/Antara)
