Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemendikdasmen Perkuat 4 Fondasi Pendidikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memberikan sambutan dalam acara “2 Tahun Prabowo-Gibran: Rapor untuk Rakyat” di Jakarta, Selasa (27/10/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID, JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat empat fondasi pembangunan pendidikan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di Indonesia. Keempatnya mencakup infrastruktur fisik, pedagogis, budaya, dan manajerial.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan hal tersebut dalam acara “2 Tahun Prabowo-Gibran: Rapor untuk Rakyat” di Jakarta, Selasa (27/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia juga menerima Piala Adripraya dari Garuda TV.
Mu’ti menjelaskan, keempat fondasi tersebut saling berkaitan. Pemerintah tidak hanya memperbaiki fasilitas sekolah, tetapi juga meningkatkan kualitas guru, membangun karakter murid, dan menyederhanakan tata kelola pendidikan.
Fondasi pertama berupa infrastruktur fisik melalui program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran. Pemerintah berupaya menghadirkan ruang belajar yang aman dan nyaman sekaligus menyediakan perangkat teknologi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
“Sudah lebih dari 59 ribu satuan pendidikan yang kita revitalisasi di tahun 2025 dan 2026. Selain itu, sudah lebih dari 300 ribu Interactive Flat Panel (IFP) yang kita distribusikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia,” ujar Mu’ti dalam pemaparannya.
Baca Juga
Namun, data resmi Kemendikdasmen yang dirilis 27 Oktober 2026 mencatat revitalisasi dan pembangunan telah menjangkau 55.451 satuan pendidikan hingga 20 Oktober 2026. Perbedaan angka tersebut merujuk pada waktu dan cakupan pelaporan yang perlu diperhatikan.
Fondasi kedua adalah infrastruktur pedagogis, yang menitikberatkan peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru. Kemendikdasmen membuka kesempatan bagi guru yang belum bergelar D4 atau S1 untuk melanjutkan pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dengan beasiswa Rp3 juta per guru.
Pada tahun pertama, sebanyak 12.500 guru menyelesaikan program tersebut. Untuk tahun kedua, pemerintah menyiapkan RPL gelombang kedua bagi lebih dari 50 ribu guru.
Pelatihan guru juga mencakup pembelajaran mendalam, bimbingan dan konseling, koding dan kecerdasan artifisial, sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), serta bahasa Inggris. Pemerintah turut meningkatkan tunjangan guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, serta menaikkan insentif guru yang belum memiliki sertifikat pendidik dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan.
Fondasi ketiga menyasar penguatan karakter melalui kebijakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, dan kegiatan ekstrakurikuler. Kemendikdasmen juga menetapkan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib agar murid memiliki ruang untuk mengembangkan kedisiplinan, minat, dan bakat.
Adapun fondasi keempat berkaitan dengan tata kelola. Kemendikdasmen berupaya mengurangi beban administrasi guru agar mereka lebih fokus mengajar.
“Kami juga berusaha untuk membangun birokrasi yang tidak birokratis sebagaimana diharapkan Bapak Presiden,” kata Mu’ti.
Kemendikdasmen turut melanjutkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk mengukur capaian akademik murid. Pemerintah juga menyiapkan kebijakan terkait kenaikan kelas dan penjurusan mulai kelas XI di jenjang pendidikan menengah atas.
Mu’ti menegaskan, berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita keempat Pemerintahan Presiden RI Prabowo-Wapres RI Gibran. Ke depan, pemerintah ingin mempercepat peningkatan mutu sekaligus menghadirkan layanan pendidikan yang lebih mudah diakses, fleksibel, dan terjangkau masyarakat.
(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID