FLS3N Dikdas 2026 Resmi Ditutup: Talenta Murid Jadi Garda Depan Pelestarian Budaya
Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Dasar Tingkat Nasional 2026 resmi berakhir pada Sabtu (3/10/2026). (Foto: Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID, JAKARTA — Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Dasar Tingkat Nasional 2026 resmi berakhir. Ajang yang mempertemukan talenta-talenta muda dari berbagai daerah ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang bagi murid untuk berkarya sekaligus mengenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen Maria Veronica Irene memberikan apresiasi kepada seluruh finalis yang telah melewati rangkaian kompetisi hingga tingkat nasional. Menurutnya, para murid memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan melalui karya seni dan sastra.
“Saya sangat bangga dalam penyelenggaraan kompetisi ini kalian telah menunjukkan bakat-bakat talenta dan kalian yang menjadi ujung tombak utama dalam menjaga kebudayaan dan melestarikan kebudayaan,” ujar Maria di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Maria juga mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan prestasi sebagai tujuan akhir. Ia mendorong para murid terus mengasah kreativitas dan menghasilkan karya setelah kompetisi selesai.
“Jangan hanya sekadar ingin berprestasi tapi juga berkreasi. Jangan pernah berhenti berkarya. Jadikan prestasi ini bukan sebagai garis akhir, tetapi sebagai awal dari perjuangan yang lebih panjang,” katanya.
Pada FLS3N Dikdas 2026, murid SD berkompetisi dalam tujuh cabang, yakni Gambar Bercerita, Menyanyi Solo, Kriya, Mendongeng, Menulis Cerita, Pantomim, dan Tari.
Sementara itu, jenjang SMP mempertandingkan delapan cabang, yaitu Ansambel Campuran Tiga Alat Musik, Ilustrasi, Kreativitas Musik Tradisional, Mendongeng, Menyanyi Solo, Menulis Cerita, Pantomim, dan Tari.
Para peserta yang meraih penghargaan memperoleh medali, sertifikat, serta uang pembinaan. Namun, Maria menegaskan bahwa peserta yang belum mendapatkan penghargaan tetap membawa pengalaman berharga dari kompetisi tersebut.
“Penghargaan ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan talenta. Sementara bagi peserta yang belum memperoleh penghargaan, pengalaman mengikuti kompetisi merupakan bagian penting dari proses belajar, aktualisasi diri, dan perjalanan mengembangkan talenta,” ujar Maria.
Salah satu peserta yang berhasil meraih medali emas ialah Jasmine Aulia Putri dari SMP Negeri 1 Kota Cirebon, Jawa Barat, pada cabang Mendongeng. Ia harus melewati kompetisi tingkat kota dan provinsi sebelum tampil di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, karena untuk sampai di tahap ini itu prosesnya lumayan panjang, mulai dari bersaing di tingkat kota, di tingkat provinsi, sampai di tahap terakhir ini di tingkat nasional,” ujar Jasmine.
Jasmine menjalani latihan intensif untuk memerankan sejumlah karakter, termasuk Sunan Kalijaga, santri laki-laki, dan seekor kera. Ia juga berlatih memainkan alat musik sambil bercerita agar musik dan alur dongeng dapat menyatu.
“Seni itu bukan cuma tentang tampil, tapi tentang bagaimana perasaan kalian bisa sampai ke orang-orang yang melihat, baik itu di panggung atau di sebuah kanvas. Jangan pernah takut mencoba, dan jangan pernah lelah untuk belajar. Karena sebuah kemenangan itu pastinya membutuhkan sebuah proses. Seni itu segala sesuatu yang dilakukan harus sepenuh hati,” ungkap Jasmine.
Pengalaman serupa dirasakan Dinda Tsalaasa, peraih medali perunggu Gambar Bercerita dari SDN 15 Tanjungpinang, Riau. Ia mengaku mendapat tantangan ketika tema lomba baru diumumkan beberapa menit sebelum perlombaan dimulai.
“Momen yang paling berkesan bagi saya adalah saat tema lomba gambarnya disebutkan beberapa menit sebelum mulai dan saya harus bisa menyiapkan karya yang sesuai tema dan waktu yang ada,” ujar Dinda.
Bagi Dinda, FLS3N menjadi pengalaman untuk belajar berani, mengembangkan bakat, dan terus menghasilkan karya. Ia juga mengajak murid lainnya untuk tidak takut bermimpi serta ikut menjaga seni dan budaya Indonesia.
(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID