IPO Anthropic Bangkitkan Harapan Wall Street, Saham Teknologi Menguat

Foto - IPO Anthropic

Perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) Anthropic resmi mengajukan dokumen penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada Senin, 26 Oktober 2026. (Foto: nanovest)

GEBRAK.ID, NEW YORK – Pasar saham Amerika Serikat (AS) menguat pada Senin (26/10/2026), didorong kebangkitan saham teknologi dan semikonduktor setelah Anthropic PBC mengajukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Namun, penguatan tersebut berlangsung di tengah gejolak pasar global, termasuk kemerosotan bursa Brasil setelah Luiz Inácio Lula da Silva kembali terpilih sebagai presiden.

Indeks S&P 500 mengakhiri pelemahan selama dua sesi berturut-turut. Indeks Nasdaq 100 naik 1,1%, sedangkan indeks sektor semikonduktor melonjak 2,8% seiring penguatan saham sejumlah produsen cip terkemuka.

Di tengah pergerakan pasar yang bergejolak, harga minyak mentah Brent ditutup di kisaran US$116 per barel. Sementara itu, kemerosotan saham Brasil memicu kekhawatiran investor terhadap prospek fiskal negara dengan perekonomian terbesar di Amerika Latin tersebut.

Pengajuan IPO Anthropic menjadi perhatian utama pelaku pasar karena berpotensi menguji kembali minat investor terhadap industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Optimisme terhadap teknologi tersebut telah menjadi salah satu pendorong reli pasar saham selama empat tahun terakhir.

Perusahaan pengembang chatbot Claude itu mengajukan pendaftaran saham kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (Securities and Exchange Commission/SEC). Berdasarkan dokumen pengajuan, Anthropic berencana mencatatkan saham kelas A di Nasdaq Global Select Market dengan kode saham ANT. Jumlah saham yang ditawarkan dan kisaran harga IPO belum ditentukan.

“ANT jelas telah membangkitkan kembali antusiasme terhadap segala hal yang berkaitan dengan AI, yang sempat menghilang dari sentimen pasar selama beberapa pekan terakhir,” kata Steve Sosnick dari Interactive Brokers. “IPO ini akan menjadi ujian penting bagi sikap dan minat pasar.”

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada laporan keuangan Alphabet Inc., Microsoft Corp., dan Amazon.com Inc. Ketiga perusahaan teknologi tersebut diperkirakan mencatat pertumbuhan yang solid saat mengumumkan kinerja pekan ini.

Selain pertumbuhan pendapatan, investor akan mencermati rencana belanja AI dan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari investasi besar yang telah digelontorkan untuk teknologi tersebut.

“Fokus utama adalah berapa besar belanja yang diperkirakan akan dikeluarkan perusahaan-perusahaan ini untuk AI ke depan, serta apakah pengeluaran tersebut masih dapat dibiayai dari arus kas atau justru membutuhkan penerbitan saham dan utang,” kata Richard Saperstein dari Treasury Partners.

Keputusan The Fed Jadi Sorotan
Selain laporan keuangan perusahaan teknologi, keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) juga menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi arah pasar keuangan global.

Kevin Warsh menghadapi tantangan untuk meyakinkan investor bahwa bank sentral AS tetap berkomitmen mengendalikan inflasi apabila suku bunga dipertahankan. Investor juga akan mencermati alasan di balik keputusan kebijakan tersebut, terutama di tengah tekanan inflasi yang dipengaruhi kenaikan harga energi dan dinamika nilai tukar. “Kami tidak memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada Rabu, karena pasar obligasi telah memperketat kondisi kredit sejak pertemuan terakhir The Fed,” kata Saperstein. “Kami memperkirakan akan ada pernyataan keras terkait inflasi, tetapi langkah kebijakannya tetap terbatas.”

Seema Shah dari Principal Asset Management menilai siklus pengetatan kebijakan moneter kali ini berpotensi berlangsung relatif terbatas. Menurut dia, pembuat kebijakan lebih banyak merespons tekanan inflasi yang dipicu kenaikan harga energi dan perubahan nilai tukar, bukan perekonomian yang mengalami pemanasan berlebihan secara signifikan.

Shah memperkirakan The Fed berpotensi menaikkan suku bunga pada Desember 2026 dan kembali melakukan satu kali kenaikan pada 2027. Perkembangan tersebut membuat investor menghadapi sejumlah faktor yang saling memengaruhi, mulai dari prospek IPO Anthropic, besarnya belanja AI perusahaan teknologi, gejolak pasar Brasil, hingga arah kebijakan moneter AS. Kombinasi faktor tersebut akan menjadi penentu penting bagi sentimen pasar dalam beberapa waktu mendatang.

Berikut pergerakan utama di pasar keuangan:

Saham

  • S&P 500 naik 0,7% pada pukul 16.00 waktu New York.
  • Nasdaq 100 menguat 1,1%.
  • Dow Jones Industrial Average naik 0,3%.
  • MSCI World Index menguat 0,5%.

Mata Uang

  • Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,1%.
  • Euro melemah 0,2% menjadi US$1,1177.
  • Pound sterling turun 0,2% menjadi US$1,3344.
  • Yen Jepang melemah 0,4% menjadi 157,51 per dolar AS.

Kripto

  • Bitcoin turun 0,7% menjadi US$79.809,24.
  • Ether melemah 1,4% menjadi US$2.311,77.

Obligasi

  • Imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun turun 1 basis poin menjadi 4,98%.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman bertenor 10 tahun naik 2 basis poin menjadi 3,37%.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris bertenor 10 tahun turun 1 basis poin menjadi 5,34%.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,6% menjadi US$101,58 per barel.
  • Harga emas spot naik 0,4% menjadi US$4.012,27 per troy ounce.

(Zaky Al Hamzah/Anthropic/SEC)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID