IHSG Melemah 0,48 Persen, Investor Cermati Sentimen Global

IHGS hari Senin 11 Okt - 1

Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz/aa.)

GEBRAK.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak melemah pada perdagangan Senin (12/10/2026), setelah dibuka menguat. Pergerakan pasar saham domestik diperkirakan cenderung sideways atau bergerak dalam rentang terbatas, seiring investor mencermati sentimen global, terutama perkembangan harga minyak, ketegangan geopolitik, dan data ekonomi Amerika Serikat (AS).

Pada pukul 09.55 WIB, IHSG turun 29,49 poin atau 0,48 persen ke level 6.064,27. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 melemah 3,10 poin atau 0,52 persen ke posisi 598,57.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidasi sepanjang pekan ini. Namun, pelaku pasar perlu mewaspadai sejumlah risiko eksternal yang dapat memengaruhi pergerakan indeks. “Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi pada kisaran 6.000-6.215 pada pekan ini. Namun perlu waspadai dampak kenaikan harga minyak dan perluasan cakupan saham High Shareholding Concentration (HSC),” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Investor Cermati Harga Minyak dan Geopolitik
Salah satu faktor yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah perkembangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi harga energi. Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah serangan Houthi terhadap bandara Arab Saudi. Situasi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Jika berlanjut, kenaikan harga energi dapat memengaruhi ekspektasi inflasi, kebijakan moneter, dan sentimen investor di pasar keuangan global.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Rusia setuju memasok bahan bakar diesel untuk pasar AS maupun pasar global. Perkembangan pasokan energi tersebut menjadi salah satu faktor yang turut dicermati pasar di tengah ketidakpastian geopolitik. Sentimen ekonomi konsumen AS juga menunjukkan pelemahan. Indeks sentimen konsumen University of Michigan berdasarkan estimasi awal Oktober 2026 turun menjadi 46,3, level terendah sejak Mei 2026.

Pelemahan sentimen konsumen tersebut menambah perhatian investor terhadap prospek ekonomi AS, terutama menjelang rilis sejumlah indikator ekonomi penting pada pekan ini.

Data Inflasi AS dan Pertemuan IMF-Bank Dunia
Investor global juga menantikan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 12–18 Oktober 2026. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah tingginya biaya energi dan utang publik, ketidakstabilan pasar obligasi, serta kenaikan suku bunga. Berbagai perkembangan tersebut dinilai relevan terhadap prospek perekonomian global dan arah kebijakan moneter.

Ratna mengatakan, pelaku pasar akan memperhatikan pernyataan pejabat bank sentral dunia serta publikasi laporan ekonomi terbaru IMF. “Pasar akan mencermati pidato dari para pejabat bank sentral seluruh dunia serta dirilisnya laporan World Economic Outlook versi terbaru dari IMF pada hari Selasa (13/10),” ujar Ratna.

Selain itu, perhatian investor tertuju pada data Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) AS yang dijadwalkan dirilis pekan ini. Kedua indikator tersebut menjadi acuan untuk memantau tekanan inflasi dan memperkirakan arah kebijakan suku bunga. Sejumlah emiten besar di AS juga mulai mengumumkan laporan keuangan kuartal III-2026. Kinerja perusahaan-perusahaan tersebut berpotensi memengaruhi sentimen pasar saham global.

Sentimen Domestik Terbatas, IHSG Sensitif terhadap Pasar Global
Dari dalam negeri, sentimen yang dapat menggerakkan pasar saham relatif terbatas sepanjang pekan ini. Kondisi tersebut berpotensi membuat IHSG lebih sensitif terhadap perkembangan eksternal. Sejumlah faktor yang perlu dicermati meliputi data inflasi AS, data perdagangan dan inflasi China, pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury yield, serta perubahan harga minyak mentah dunia.

Pergerakan indikator-indikator tersebut dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan moneter, arus modal, dan selera risiko di pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia. Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diperkirakan tetap selektif dalam mengambil keputusan investasi sambil menunggu perkembangan data ekonomi dan arah sentimen global.

Bursa Eropa dan Wall Street Ditutup Menguat
Pada perdagangan Jumat (9/10/2026), mayoritas indeks saham Eropa ditutup menguat. Euro Stoxx 50 naik 0,76 persen, FTSE 100 Inggris menguat 1,06 persen, DAX Jerman naik 1,13 persen, dan CAC 40 Prancis menguat 0,95 persen.

Penguatan juga terjadi di bursa saham Amerika Serikat. Indeks S&P 500 naik 0,59 persen ke level 7.811,54, Nasdaq Composite menguat 0,64 persen ke posisi 27.336,17, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,83 persen ke level 51.654,95. Namun, pergerakan positif di pasar saham Eropa dan AS belum sepenuhnya tercermin pada perdagangan bursa Asia pada Senin pagi.

Bursa Asia Bergerak Bervariasi
Pada perdagangan pagi ini, indeks Shanghai melemah 0,10 persen ke posisi 3.809,96. Kospi Korea Selatan turun 2,135 persen ke level 6.479,39. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong menguat 0,18 persen ke posisi 24.290,50. Indeks Kuala Lumpur naik 0,43 persen ke level 1.615,36, sementara Straits Times Singapura menguat 0,64 persen ke posisi 5.436,90.

Adapun indeks Nikkei Jepang tidak diperdagangkan karena libur dalam rangka memperingati Hari Olahraga atau Sports Day. Pergerakan bursa regional yang bervariasi tersebut menjadi salah satu indikator yang dicermati investor dalam menilai arah pasar saham Asia, termasuk Indonesia.

Dengan terbatasnya katalis domestik dan masih kuatnya pengaruh sentimen eksternal, pergerakan IHSG pada pekan ini diperkirakan akan tetap dipengaruhi perkembangan geopolitik, harga energi, serta data ekonomi utama dari negara-negara besar. (*)

(Zaky Al Hamzah/IDX)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID