Jangan Langsung Dicap tidak Sehat: Ini 5 Makanan yang Ternyata Bergizi
Sejumlah makanan kerap dihindari karena dianggap mengandung terlalu banyak lemak, kolesterol, garam, atau karbohidrat. Padahal, telur, kacang-kacangan, cokelat hitam, sup kemasan, dan bagel tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi dengan porsi dan cara pengolahan yang tepat. (Foto ilustrasi: Pixabay)
GEBRAK.ID — Sejumlah makanan kerap dihindari karena dianggap mengandung terlalu banyak lemak, kolesterol, garam, atau karbohidrat. Padahal, telur, kacang-kacangan, cokelat hitam, sup kemasan, dan bagel tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi dengan porsi dan cara pengolahan yang tepat.
Laporan EatingWell yang dikutip pada Rabu (28/10/2026) menjelaskan bahwa nilai gizi makanan tidak cukup dinilai dari satu kandungan saja. Cara mengolah, jumlah yang dikonsumsi, serta bahan pendamping juga menentukan keseimbangan nutrisi dalam menu sehari-hari.
Berikut lima makanan yang kerap mendapat cap kurang sehat, tetapi sebenarnya menyimpan manfaat gizi.
- Telur
Telur sering dianggap kurang baik karena mengandung kolesterol. Namun, menurut ahli gizi terdaftar Jessica Villalvir, telur menyediakan protein berkualitas tinggi dan kolin yang berperan penting bagi fungsi otak.
Telur juga mengandung vitamin B serta lutein dan zeaxanthin, dua jenis karotenoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Harvard T.H. Chan School of Public Health menjelaskan bahwa bagi kebanyakan orang, kolesterol dari makanan memiliki pengaruh lebih kecil terhadap kadar kolesterol darah dibandingkan jenis lemak dalam pola makan.
Baca Juga
Meski demikian, cara memasak tetap perlu diperhatikan. Telur rebus atau telur yang dimasak dengan sedikit minyak dapat menjadi pilihan yang lebih seimbang dibandingkan olahan dengan banyak lemak jenuh.
- Kacang-kacangan
Almond, kenari, dan kacang tanah kerap dihindari karena kalorinya relatif tinggi. Padahal, makanan ini mengandung lemak tidak jenuh, serat, protein nabati, vitamin E, dan antioksidan.
Konsumsi kacang-kacangan secara rutin juga dikaitkan dengan kesehatan jantung yang lebih baik. Agar asupan kalori tetap terkontrol, pilih kacang tanpa tambahan gula atau garam berlebihan dan konsumsi dalam porsi wajar.
- Cokelat hitam
Cokelat sering dianggap sekadar camilan manis. Namun, kakao sebagai bahan dasarnya mengandung flavanol dan senyawa tumbuhan lain yang memiliki aktivitas antioksidan.
Ahli gizi Samantha DeVito menyarankan cokelat dengan kandungan kakao minimal 70 persen sebagai pilihan camilan yang dapat dipadukan dengan buah beri dan kacang-kacangan. Meski begitu, kandungan gula, lemak, dan kalorinya tetap perlu diperhitungkan.
- Sup dalam kemasan
Sup kemasan menawarkan pilihan makanan praktis dan relatif terjangkau. Kandungan natriumnya perlu diperiksa karena konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah.
DeVito menyarankan penambahan kacang-kacangan, lentil, sayuran beku, atau sisa daging ayam untuk meningkatkan kandungan protein dan serat. Memilih produk rendah natrium juga dapat membantu menjaga keseimbangan asupan garam.
- Bagel
Bagel merupakan roti berbentuk cincin yang umumnya dibuat dari tepung terigu. Karbohidrat di dalamnya dapat menjadi sumber energi, meskipun bagel dari tepung olahan cenderung mengandung lebih sedikit serat dibandingkan versi gandum utuh.
Menurut DeVito, bagel dapat dipadukan dengan telur, alpukat, tomat, salmon, atau selai kacang agar menu lebih beragam dan mengenyangkan.
Pada akhirnya, tidak ada satu jenis makanan yang otomatis menentukan sehat atau tidaknya pola makan seseorang. Variasi bahan pangan, porsi yang sesuai, serta pembatasan gula, garam, dan lemak jenuh tetap menjadi kunci pola makan seimbang.
(Devona R/Sumber: EatingWell)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID