Astra Otoparts Raup Laba Rp1,80 Triliun hingga Kuartal III 2026, Tumbuh 14,7 Persen
Komponen otomotif dari PT AOP. (Foto: ANTARA/PT Astra Otoparts)
GEBRAK.ID, JAKARTA — PT Astra Otoparts Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,80 triliun hingga kuartal III 2026, meningkat 14,7 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kinerja positif ini didukung pertumbuhan segmen manufaktur dan perdagangan, seiring meningkatnya permintaan komponen kendaraan dan suku cadang.
Presiden Direktur Astra Otoparts, Yusak Kristian Solaeman, mengatakan perusahaan terus memperkuat kemampuan produksi dan memperluas kerja sama dengan produsen kendaraan. Strategi tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing di tengah perkembangan industri otomotif.
“Kami terus memperkuat kapabilitas manufaktur untuk mendukung penguatan kolaborasi dengan pelanggan OEM yang ada selain menambah OEM baru,” kata Yusak Kristian Solaeman dalam keterangan resminya, Selasa (27/10/2026).
Dari sisi pendapatan, perseroan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp17,02 triliun, tumbuh 15 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut ditopang kontribusi kedua segmen bisnis utama, yakni manufaktur dan perdagangan.
Permintaan Komponen dari Produsen Kendaraan Meningkat
Segmen manufaktur mencatatkan pendapatan Rp9,18 triliun, meningkat 17,6 persen dibandingkan Rp7,80 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong permintaan komponen dari produsen kendaraan atau original equipment manufacturer (OEM), seiring meningkatnya produksi kendaraan roda dua, roda empat, dan kendaraan komersial.
Baca Juga
Selain mempertahankan pasokan komponen untuk kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE), Astra Otoparts memperluas pengembangan produk untuk kendaraan elektrifikasi atau electrified vehicles (xEV). Pengembangan tersebut mencakup komponen umum maupun komponen khusus untuk mendukung kebutuhan kendaraan elektrifikasi.
Perseroan juga melakukan diversifikasi bisnis manufaktur ke sektor nonotomotif, termasuk alat kesehatan dan industri lainnya, sebagai upaya memperluas sumber pertumbuhan usaha.
Sementara itu, segmen perdagangan membukukan pendapatan Rp7,84 triliun, tumbuh 12 persen dibandingkan Rp7 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kinerja ini ditopang permintaan suku cadang di pasar aftermarket, perluasan jaringan distribusi, serta penjualan ekspor.
Hingga kuartal III 2026, jaringan distribusi Astra Otoparts di Indonesia mencakup 49 diler utama, 28 kantor penjualan, dan 673 gerai ritel modern. Infrastruktur tersebut mendukung distribusi produk dan pelayanan kebutuhan suku cadang di pasar domestik.
71 Unit Fasilitas Pengisian Daya Astra Otopower
Di sektor pendukung kendaraan listrik, perseroan mengoperasikan 71 unit fasilitas pengisian daya Astra Otopower yang tersebar di 61 lokasi strategis. Pengembangan infrastruktur ini menjadi bagian dari keterlibatan perusahaan dalam ekosistem kendaraan listrik.
Yusak menyampaikan bahwa pertumbuhan segmen manufaktur dan perdagangan menjadi landasan bagi perusahaan untuk memperkuat daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan usaha di tengah perkembangan industri otomotif.
Dari sisi keuangan, total aset Astra Otoparts mencapai Rp25,18 triliun hingga akhir September 2026, meningkat 11,3 persen dibandingkan posisi akhir Desember 2025. Adapun total ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp17,89 triliun.
Kinerja tersebut mencerminkan pertumbuhan bisnis Astra Otoparts melalui penguatan manufaktur, perluasan distribusi suku cadang, serta pengembangan usaha yang berkaitan dengan kendaraan elektrifikasi dan sektor nonotomotif. (*)
(Zaky Al Hamzah/Antaranews)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID