Kepala BGN Nanik Temui Presiden Prabowo, Siapkan Kabar Gembira soal Efisiensi Anggaran Program MBG
Editor: A. Rayyan K
GEBRAK.ID; JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menemui Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (11/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, Nanik mengaku akan menyampaikan laporan terkait efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Menariknya, Nanik menyebut laporan yang dibawanya berisi “kabar gembira” terkait upaya penghematan anggaran program yang menyasar puluhan juta penerima manfaat tersebut.
“Efisiensi, efisiensi anggaran. Kabar gembira, biar anggaran turun,” kata Nanik kepada wartawan setibanya di Istana Kepresidenan.
Meski demikian, Nanik belum mengungkap secara rinci besaran efisiensi yang akan dilaporkan kepada Presiden. Ia memilih menunggu hasil pembahasan langsung dengan kepala negara sebelum menyampaikan informasi lebih lanjut kepada publik. “Ya lapor dulu ke Presiden,” ujarnya singkat.
Pernyataan tersebut memunculkan perhatian publik karena sebelumnya pemerintah telah melakukan penyesuaian anggaran program MBG dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Semula, program unggulan Presiden Prabowo itu memiliki pagu anggaran sebesar Rp335 triliun. Namun dalam perkembangannya, nilai tersebut telah dikurangi menjadi Rp268 triliun sebagai bagian dari langkah efisiensi belanja negara.
Kini muncul sinyal bahwa angka tersebut berpotensi kembali ditekan melalui berbagai perbaikan tata kelola dan efisiensi pelaksanaan program di lapangan.
Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program sosial terbesar yang dijalankan pemerintah saat ini. Selain bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, program ini juga diarahkan untuk menekan angka stunting serta memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi anggaran MBG hingga Mei 2026 mencapai Rp88,15 triliun. Angka tersebut meningkat 17,53 persen dibandingkan realisasi pada April 2026 yang tercatat sebesar Rp75 triliun.
Dari sisi penerima manfaat, program ini telah menjangkau sekitar 63,2 juta orang. Sebanyak 48,9 juta penerima merupakan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, sementara sekitar 14,3 juta lainnya berasal dari kelompok non-siswa yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Besarnya cakupan program membuat efisiensi anggaran menjadi perhatian penting pemerintah. Selain memastikan penggunaan dana negara berjalan efektif, langkah tersebut juga diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program tanpa mengurangi kualitas layanan yang diterima masyarakat.
Hingga kini, publik masih menunggu hasil pertemuan antara Kepala BGN dan Presiden Prabowo untuk mengetahui strategi efisiensi yang akan diterapkan serta potensi penghematan anggaran yang bisa dicapai dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis ke depan.
(Sumber: BGN)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID
