LRT dan KRL Bakal Terhubung di Manggarai, Penumpang Tak Perlu Keluar Stasiun

Integrasi LRT Jakarta dengan KRL di Stasiun Manggarai disiapkan untuk memudahkan perpindahan moda dan memperkuat konektivitas transportasi publik Jakarta.

1786627683361

Stasiun Manggarai akan dikembangkan menjadi stasiun simpul transportasi publik Jakarta. (Fokus: Wikipedia)

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA — Penumpang yang menggunakan LRT Jakarta dan KRL Commuter Line di Stasiun Manggarai nantinya tidak perlu keluar dari kawasan stasiun ketika berpindah moda. Integrasi langsung tersebut disiapkan seiring dengan akan beroperasinya LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai. Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin menyampaikan rencana tersebut saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau kesiapan LRT Jakarta di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026).


Dengan konsep integrasi tersebut, penumpang dari KRL dapat berpindah menuju LRT Jakarta tanpa harus keluar terlebih dahulu dari Stasiun Manggarai. Begitu pula sebaliknya, pengguna LRT yang hendak melanjutkan perjalanan menggunakan KRL dapat melakukan perpindahan moda di area yang terhubung. Integrasi ini menjadi salah satu bagian penting dari pengembangan Stasiun Manggarai sebagai simpul transportasi publik Jakarta.


LRT Manggarai Ditargetkan Beroperasi Agustus


LRT Jakarta Fase 1B merupakan perpanjangan lintasan dari Velodrome menuju Manggarai. Jalur ini memiliki panjang sekitar 6,4 kilometer dan menghadirkan lima stasiun baru, yakni Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menyebut koridor Pegangsaan Dua–Manggarai memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dengan total 11 stasiun. Waktu tempuh perjalanan dari Pegangsaan Dua menuju Manggarai diperkirakan sekitar 28 menit.


Pembangunan fase 1B juga telah memasuki tahap akhir. Pada Juli 2026, seluruh pekerjaan pengangkatan girder di koridor Velodrome–Manggarai dilaporkan telah tersambung 100 persen, termasuk girder terakhir yang dipasang di atas jalur Double-Double Track (DDT) Manggarai.


Jakpro menargetkan LRT Jakarta Fase 1B mulai beroperasi pada Agustus 2026 setelah seluruh tahapan konstruksi, pengujian sistem, dan persiapan operasional dinyatakan siap.


Terhubung dengan KRL dan Transjakarta


Stasiun Manggarai memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu simpul utama perjalanan kereta di Jakarta. Kehadiran LRT Jakarta di lokasi tersebut diharapkan memperluas pilihan perjalanan masyarakat dari kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Timur menuju pusat kota maupun wilayah lainnya.


Pemprov DKI sebelumnya menyatakan stasiun-stasiun pada koridor LRT Pegangsaan Dua–Manggarai dirancang untuk terintegrasi dengan layanan Transjakarta. Khusus kawasan Manggarai, integrasi juga diarahkan dengan KRL Commuter Line.


Jakpro sejak awal pembangunan LRT Fase 1B juga menempatkan integrasi antarmoda sebagai salah satu fokus pengembangan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut jaringan tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas dan meningkatkan efisiensi mobilitas warga.


Tidak Perlu Keluar Stasiun


Konsep perpindahan langsung antara LRT dan KRL menjadi kabar penting bagi pengguna transportasi umum. Selama ini, perpindahan moda yang mengharuskan penumpang keluar dari area stasiun dapat menambah waktu perjalanan dan membuat proses transit menjadi kurang praktis.


Dengan koneksi antarmoda di dalam kawasan Stasiun Manggarai, penumpang diharapkan dapat melakukan perjalanan secara lebih sederhana tanpa harus berganti kawasan atau mencari akses masuk kembali ke stasiun.
Integrasi tersebut sekaligus memperkuat posisi Manggarai sebagai titik pertemuan berbagai layanan transportasi publik.


Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B sendiri merupakan bagian dari pengembangan jaringan LRT Jakarta. Pemerintah DKI Jakarta menargetkan kehadiran jalur hingga Manggarai dapat meningkatkan konektivitas transportasi massal sekaligus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

( berbagai sumber)