Manusia Masih Bisa Hidup tanpa 6 Organ Ini, tetapi Tubuh Harus Beradaptasi
Dalam kondisi tertentu, dokter dapat mengangkat organ atau bagian organ melalui prosedur operasi, misalnya karena penyakit, cedera, atau kondisi medis lainnya. (Foto ilustrasi: Pixabay)
Editor: Devona R
GEBRAK.ID — Tubuh manusia memiliki banyak organ dengan fungsi yang saling berkaitan. Namun, tidak semuanya mutlak harus tetap ada agar seseorang dapat bertahan hidup.
Dalam kondisi tertentu, dokter dapat mengangkat organ atau bagian organ melalui prosedur operasi, misalnya karena penyakit, cedera, atau kondisi medis lainnya.
Setelah operasi, tubuh memiliki kemampuan beradaptasi, meski dalam beberapa kasus pasien tetap membutuhkan perubahan pola makan, suplemen, vaksinasi, atau pemantauan kesehatan secara berkala.
Sejumlah sumber medis tepercaya menjelaskan bahwa manusia dapat tetap hidup tanpa beberapa organ tertentu. Berikut enam di antaranya.
- Usus buntu
Usus buntu atau apendiks merupakan organ kecil yang menempel pada bagian awal usus besar. Dulu organ ini kerap dianggap tidak memiliki fungsi penting, tetapi penelitian menunjukkan apendiks juga berperan dalam sistem kekebalan dan keseimbangan bakteri baik di usus.
Meski demikian, sebagian besar orang tetap dapat menjalani kehidupan normal setelah menjalani operasi pengangkatan usus buntu atau apendektomi. Cleveland Clinic menyebut tubuh mampu beradaptasi sehingga seseorang tetap dapat makan dan beraktivitas seperti biasa setelah pulih.
- Kantung empedu
Kantung empedu berfungsi menyimpan empedu yang diproduksi hati. Cairan tersebut membantu tubuh mencerna makanan, terutama lemak.
Jika kantung empedu diangkat, hati tetap menghasilkan empedu. Bedanya, empedu akan mengalir langsung dari hati menuju usus melalui saluran empedu.
Menurut NHS, seseorang tetap dapat hidup tanpa kantung empedu dan pada umumnya dapat kembali menjalani pola makan sehat seperti biasa setelah menjalani operasi.
Pada masa pemulihan, sebagian pasien mungkin merasa lebih nyaman dengan porsi makanan yang lebih kecil. Tubuh biasanya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan sistem pencernaan tersebut.
- Salah satu ginjal
Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring darah, membuang limbah dan kelebihan cairan, serta membantu menjaga keseimbangan berbagai zat dalam tubuh.
Menariknya, manusia pada umumnya masih dapat hidup sehat dengan satu ginjal yang berfungsi baik. Kondisi ini dapat terjadi sejak lahir, akibat operasi pengangkatan ginjal, atau karena seseorang mendonorkan satu ginjalnya.
National Kidney Foundation menyebut sebagian besar orang dengan satu ginjal dapat menjalani kehidupan penuh dan sehat. Namun, kesehatan ginjal yang tersisa perlu dijaga dan fungsi ginjal, tekanan darah, serta kondisi lainnya sebaiknya dipantau secara berkala.
Kondisinya berbeda apabila kedua ginjal tidak lagi berfungsi. Dalam keadaan tersebut, seseorang membutuhkan terapi pengganti fungsi ginjal seperti dialisis atau transplantasi.
- Lambung
Lambung berperan dalam menyimpan dan mengolah makanan sebelum diteruskan ke usus. Namun, dalam kondisi medis tertentu, dokter dapat mengangkat sebagian atau seluruh lambung melalui prosedur gastrektomi.
Kehidupan tetap memungkinkan setelah gastrektomi, tetapi sistem pencernaan akan bekerja dengan cara berbeda. NHS mencatat pasien mungkin mengalami penurunan berat badan, kekurangan vitamin, refluks, hingga dumping syndrome, yaitu kondisi ketika makanan bergerak terlalu cepat menuju usus halus.
Karena itu, pasien biasanya perlu mengubah pola makan. Porsi kecil tetapi lebih sering dapat membantu tubuh memperoleh nutrisi tanpa membebani sistem pencernaan. Sebagian pasien juga membutuhkan suplemen vitamin dan mineral sesuai anjuran tenaga medis.
- Limpa
Limpa terletak di bagian kiri atas perut dan berperan dalam menyaring darah serta membantu sistem kekebalan melawan infeksi.
Dalam kondisi tertentu, seperti cedera berat atau penyakit tertentu, dokter dapat melakukan splenektomi atau operasi pengangkatan limpa.
Harvard Health menjelaskan bahwa seseorang tetap dapat menjalani kehidupan normal tanpa limpa. Namun, ketiadaan organ tersebut membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi tertentu sehingga membutuhkan perhatian lebih terhadap pencegahan penyakit.
Vaksinasi menjadi salah satu langkah penting bagi orang yang tidak memiliki limpa. Dokter juga dapat memberikan rekomendasi khusus terkait pencegahan infeksi sesuai kondisi pasien.
- Kerongkongan
Kerongkongan atau esofagus merupakan saluran yang membawa makanan dan minuman dari mulut menuju lambung. Pada penyakit tertentu, sebagian besar kerongkongan dapat diangkat melalui operasi yang disebut esofagektomi.
Prosedur ini bukan operasi sederhana. Dokter biasanya melakukan rekonstruksi saluran pencernaan dengan menghubungkan bagian kerongkongan yang tersisa dengan lambung atau menggunakan bagian organ lain sebagai jalur baru.
Setelah operasi, pasien perlu beradaptasi dengan pola makan baru. Porsi makanan biasanya lebih kecil tetapi diberikan lebih sering. Proses pemulihan dan penyesuaian dapat berlangsung berbulan-bulan, bahkan pada sebagian pasien membutuhkan waktu lebih lama.
Dalam masa awal pemulihan, sebagian pasien juga membutuhkan selang makanan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi hingga mampu makan secara mandiri.
Jadi, bisa hidup tanpa organ tertentu bukan berarti organ tersebut tidak penting. Setiap organ memiliki fungsi masing-masing dan pengangkatannya hanya dilakukan berdasarkan pertimbangan medis.
Kemampuan tubuh untuk beradaptasi juga berbeda pada setiap orang. Karena itu, pasien yang menjalani operasi pengangkatan organ tetap membutuhkan pemantauan dokter, terutama jika prosedur tersebut mengubah fungsi pencernaan, kekebalan tubuh, atau fungsi organ lainnya.
(Berbagai sumber. Catatan: Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan pengganti diagnosis atau saran medis dari dokter)
