Rehan/Gloria Bungkam Ganda Campuran Malaysia Usai Nyaris Gagal Tampil Kejuaraan Dunia
Pasangan ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026. (Foto: PBSI)
Editor: A. Rayyan K
GEBRAK.ID, JAKARTA — Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja membayar lunas kesempatan tampil di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026. Sempat nyaris kehilangan peluang berangkat ke New Delhi, India, pasangan non-Pelatnas itu justru membuka kiprah dengan kemenangan telak.
Rehan/Gloria menundukkan pasangan Malaysia Wong Tien Ci/Lim Chiew Sien dalam pertandingan babak 64 besar di New Delhi, Selasa (18/8/2026). Pasangan ini menang dua gim langsung dengan skor 21-16, 21-3.
Pertandingan tersebut berlangsung sekitar 30 menit. Setelah melewati gim pertama yang cukup ketat, Rehan/Gloria tampil semakin dominan pada gim kedua dan hanya memberikan tiga poin kepada pasangan Malaysia.
Hasil itu terasa semakin istimewa karena Rehan/Gloria sebelumnya tidak yakin dapat tampil dalam Kejuaraan Dunia 2026. Kepastian mereka baru datang pada Jumat (14/8/2026) pagi, hanya beberapa hari sebelum pertandingan.
Situasi tersebut membuat persiapan pasangan non-Pelatnas itu berlangsung cukup singkat. Rehan bahkan tidak sempat menjajal arena pertandingan sebelum bertanding.
“Kami tidak sempat tes arena pertandingan karena baru sampai hari Senin dini hari dan tadi memang di gim pertama masih meraba-raba kondisi lapangan,” kata Rehan dalam keterangan tertulis melalui PBSI.
Meski waktu persiapan sangat terbatas, Rehan/Gloria berusaha menjaga fokus dengan tetap menjalani latihan intensif sembari menunggu kepastian tampil.
Rezeki tak Terduga di Kejuaraan Dunia
Rehan menyebut kesempatan tampil di Kejuaraan Dunia 2026 sebagai sesuatu yang tidak mereka duga. Sebelumnya, keduanya bahkan sudah sempat tidak berharap masuk dalam daftar peserta.
“Main di Kejuaraan Dunia memang tidak bisa diduga, kalau rezekinya masuk pasti masuk. Kami menjadi bukti ketika sudah dibilang berat tapi last minutes bisa main,” ujarnya.
Menurut Rehan, mereka tetap menjaga kondisi dan tidak berhenti berlatih meski peluang tampil sempat terlihat sangat kecil. “Kami sebenarnya sudah tidak berharap tapi bukan berarti tidak mau main jadi kami balik fokus latihan intens dan ketika dapat kepastian hari Jumat pagi, kami langsung mempersiapkan semua. Agak terburu-buru memang tapi kami siap.”
Gloria Emanuelle Widjaja juga menggambarkan perjalanan mereka menuju New Delhi seperti menaiki roller coaster. Kepastian tampil datang setelah melalui situasi yang penuh ketidakpastian.
“Seperti roller coaster ketika kami pertama dapat kabar bisa main tapi ternyata berat dan akhirnya di terakhir beneran bisa main. Jadi kami akan ambil hikmah baiknya dan semoga semua berjalan lancar,” kata Gloria.
Kemenangan telak atas Wong/Lim menjadi awal yang menjanjikan bagi Rehan/Gloria. Setelah melewati gim pertama dengan keunggulan 21-16, mereka semakin percaya diri dan langsung menekan lawan pada gim kedua.
Dominasi tersebut membuat Rehan/Gloria menutup gim kedua dengan skor mencolok 21-3.
Tantangan Berat Menanti di Babak 32 Besar
Kemenangan atas wakil Malaysia mengantarkan Rehan/Gloria ke babak 32 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026.
Pada babak berikutnya, mereka akan menghadapi pasangan Taiwan Ye Hong Wei/Nicole Gonzalez Chan. Lawan mereka kali ini bukan pasangan sembarangan karena Ye/Nicole menempati status unggulan kesembilan.
Pertandingan tersebut bakal menjadi ujian berikutnya bagi Rehan/Gloria yang datang ke Kejuaraan Dunia dengan persiapan relatif singkat. Mereka harus kembali beradaptasi dengan kondisi arena sekaligus menjaga momentum kemenangan.
Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 berlangsung di New Delhi, India, pada 17-23 Agustus. Rehan/Gloria menjadi salah satu pasangan Indonesia dari luar Pelatnas yang mendapat kesempatan tampil di turnamen bergengsi tersebut.
Bagi Rehan/Gloria, perjalanan yang sempat berada di ujung ketidakpastian kini berubah menjadi peluang untuk melangkah lebih jauh. Kemenangan telak atas pasangan Malaysia menjadi modal penting sebelum menghadapi tantangan yang lebih berat di babak berikutnya.
(Sumber: PBSI)
