Tersingkir di Perempat Final, Ana/Trias Tetap Ingin Jaga Perkembangan Permainan

ana-triass pbsi

Ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari harus mengakhiri perjalanan di Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah tersingkir pada babak perempat final. (Foto: PBSI)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID – Ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari harus mengakhiri perjalanan di Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah tersingkir pada babak perempat final.

Ana/Trias yang berstatus unggulan ke-13 tak mampu melewati adangan pasangan Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee. Bertanding di New Delhi, India, Jumat (21/8/2026), mereka kalah dua gim langsung dengan skor 11-21, 11-21.

Meski gagal melangkah ke semifinal, Ana/Trias ingin menjadikan pengalaman di Kejuaraan Dunia 2026 sebagai bagian dari proses untuk terus meningkatkan permainan.

Ana mengatakan mereka sebenarnya sudah menyiapkan sejumlah pola permainan untuk menghadapi pasangan unggulan ketiga tersebut. Namun, Baek/Lee mampu tampil solid dan membuat strategi yang disiapkan tidak berjalan maksimal.

“Kami sudah menyiapkan beberapa pola dan mencoba menerapkannya, tetapi mereka sangat siap dan alot. Kami juga kurang sabar sehingga akhirnya melakukan kesalahan,” ujar Ana dalam keterangan PBSI, Jumat.

Sejak gim pertama, Ana/Trias kesulitan mengimbangi permainan Baek/Lee. Pasangan Korea Selatan tersebut mampu mengontrol jalannya pertandingan dan akhirnya mengamankan gim pembuka dengan skor 21-11.

Situasi serupa kembali terjadi pada gim kedua. Ana/Trias belum mampu menemukan cara untuk keluar dari tekanan sehingga kembali kehilangan gim dengan skor 11-21.

Trias menilai kemampuan mempertahankan reli menjadi salah satu aspek yang perlu mereka benahi. Hal tersebut menjadi evaluasi penting jika kembali menghadapi pasangan dengan karakter permainan seperti Baek/Lee.

Perjalanan Ana/Trias di Kejuaraan Dunia 2026 pun berakhir di delapan besar. Meski demikian, Ana tetap mensyukuri kesempatan yang mereka dapatkan di turnamen bergengsi tersebut.

Ana juga bersyukur dapat menyelesaikan seluruh pertandingan tanpa mengalami cedera. Pengalaman menghadapi pasangan papan atas dunia diharapkan menjadi modal bagi Ana/Trias untuk menjaga perkembangan permainan pada turnamen berikutnya.

(Sumber: PBSI)