542 Warga Asing dari 79 Negara Ikut Festival Handai Indonesia 2026, Bahasa Indonesia Kian Mendunia
Kegiatan Apresiasi Handai Indonesia di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto
GEBRAK.ID, JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat diplomasi kebahasaan sekaligus mendorong penginternasionalan bahasa Indonesia melalui jalur pendidikan. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui Festival Handai Indonesia 2026.
Festival tersebut menjadi ruang apresiasi bagi warga negara asing yang mampu berbahasa Indonesia sekaligus memahami peradaban, masyarakat, dan kebudayaan Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, festival ini memberikan kesempatan kepada para Handai Indonesia untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Indonesia secara percaya diri, baik mereka yang tinggal di Indonesia maupun di berbagai negara.
“Festival ini merupakan bentuk apresiasi yang bersifat kompetitif sehingga para Handai Indonesia, baik yang berdomisili di Indonesia maupun di luar Indonesia, memiliki wadah dan kesempatan menunjukkan hasil belajar Bahasa Indonesia dengan penuh kepercayaan diri dan kebanggaan, seberapa pun level kemahirannya,” kata Abdul Mu’ti saat membuka kegiatan Apresiasi Handai Indonesia di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026).
Istilah Handai sengaja dipilih untuk menggambarkan hubungan persahabatan antara Indonesia dan masyarakat dunia yang mempelajari bahasa Indonesia.
Abdul Mu’ti menjelaskan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi ke-6, kata handai bermakna kawan atau teman. Karena itu, pemerintah tidak memilih istilah mitra maupun pemangku kepentingan untuk menyebut para pembelajar bahasa Indonesia dari berbagai negara.
“Mungkin ada yang bertanya, mengapa kami namai dengan Handai? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke-6, Handai bermakna kawan, teman,” ujar Abdul Mu’ti.
Menurut Abdul Mu’ti, hubungan Indonesia dengan para pembelajar bahasa Indonesia tidak semata-mata bersifat transaksional. Mereka justru memiliki posisi strategis sebagai bagian dari upaya memperkenalkan Indonesia kepada dunia. “Saudara-saudara adalah duta-duta persahabatan yang membawa Indonesia ke seluruh penjuru dunia,” kata dia.
Festival Handai Indonesia 2026 merupakan penyelenggaraan ketujuh sejak pertama kali digelar pada 2020. Tahun ini, panitia membuka lima kategori lomba, yakni bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen Hafidz Muksin mengatakan, proses penilaian berlangsung secara berjenjang. Peserta terlebih dahulu mengikuti babak penyisihan dengan mengirimkan karya secara daring sebelum para finalis tampil secara langsung di Jakarta.
Tahun ini, sebanyak 542 orang dari 79 negara mendaftarkan diri mengikuti Festival Handai Indonesia 2026. Setelah melewati proses penilaian oleh dewan juri, sebanyak 25 peserta dari 21 negara berhasil melaju ke babak final.
Para finalis tersebut berasal dari Afganistan, Australia, Austria, Botswana, Filipina, Honduras, India, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, Mesir, Nigeria, Palestina, Republik Demokratik Kongo, Sudan, Thailand, Timor Leste, dan Uzbekistan.
“Jumlah negara peserta festival tahun ini melebihi dari jumlah negara yang saat ini sudah menyelenggarakan program BIPA, yaitu di 62 negara. Hal ini menunjukkan tingkat peminat terhadap Bahasa Indonesia semakin besar dan tersebar di seluruh benua,” ujar Hafidz.
Selain Festival Handai Indonesia, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penutupan Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat.
Program yang diselenggarakan Badan Bahasa itu memberikan pembelajaran bahasa Indonesia bagi duta besar, diplomat, serta perwakilan organisasi internasional yang berkedudukan di Jakarta.
Hafidz menjelaskan, program tersebut berlangsung mulai 15 September 2025 hingga 31 Mei 2026 dengan sistem pembelajaran luring dan daring. Peserta dapat mengikuti program 50 jam pembelajaran atau 100 jam pembelajaran.
Pada awal pendaftaran, tercatat 181 peserta dari 67 perwakilan negara sahabat dan organisasi internasional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 63 peserta berhasil menyelesaikan program 50 jam, sedangkan 42 peserta menuntaskan program 100 jam.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Luar Negeri, khususnya Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik melalui Direktorat Diplomasi Publik, Pusat Pendidikan dan Pelatihan, dan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri,” kata Hafidz.
Dalam Festival Handai Indonesia 2026, Kemendikdasmen memberikan penghargaan kepada peserta terbaik pertama, kedua, dan ketiga dari lima kategori lomba. Apresiasi juga diberikan kepada perwakilan tim pengajar dan peserta Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat.
Hafidz turut menyampaikan penghargaan kepada kedutaan besar negara sahabat, lembaga penyelenggara program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA), para pengajar, serta pihak lain yang mendukung penginternasionalan bahasa Indonesia.
“Bahasa Indonesia semakin diminati masyarakat dunia. Festival ini menjadi salah satu ruang untuk memperlihatkan bahwa bahasa Indonesia tidak hanya dipelajari, tetapi juga digunakan untuk mengenal masyarakat, budaya, dan kehidupan Indonesia,” ujar Hafidz menandaskan. (*)
