Masjid KH Ahmad Dahlan akan Dibangun di Cakung dengan Lahan 5 Hektare
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan lahan sekitar 5 hektare di kawasan Cakung, Jakarta Timur, untuk pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan yang digagas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. (Foto ilustrasi: Gebrak.id/AI)
Editor: A. Rayyan K
GEBRAK.ID, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan lahan sekitar 5 hektare di kawasan Cakung, Jakarta Timur, untuk pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan yang digagas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.
Kepastian mengenai lokasi tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta Dr. H. Akhmad Abubakar, MM., dalam acara Training of Trainer (ToT) Sekolah Cabang dan Ranting Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Kompleks Sekolah Integrasi Perguruan Muhammadiyah Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (22/8/2026).
Abubakar mengungkapkan, informasi tersebut ia terima langsung dari Pramono Anung ketika Gubernur DKI Jakarta itu melepas bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa hari sebelumnya.
“Melalui forum resmi ini di hadapan Ketua PP Pak Dahlan Rais dan Ketua LPCRM Pak Jamal saya umumkan, beberapa hari saat melepas bantuan Pemprov DKI Jakarta untuk NTT lalu, saya dipastikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, bahwa Muhammadiyah disediakan lahan di daerah Cakung Jakarta Timur untuk segera dibangun Masjid KH Ahmad Dahlan,” kata Abubakar.
Menurut Abubakar, Pramono menyampaikan bahwa Pemprov DKI memiliki lahan seluas 5 hektare di kawasan Cakung. Gubernur kemudian menanyakan apakah Muhammadiyah cukup dengan lahan seluas 2 hektare untuk membangun masjid tersebut.
“Bapak Gubernur menyatakan ada lahan 5 hektare di daerah sana, apakah 2 hektare cukup? Saya menjawab jika Gubernur memberi lebih dari 2 hektare, kami insyaallah menerima,” ujarnya.
Gagasan Masjid KH Ahmad Dahlan sebelumnya disampaikan Pramono pada 18 Agustus 2026. Saat itu, ia mengatakan Pemprov DKI sedang menyiapkan lahan untuk pembangunan masjid yang akan menggunakan nama pendiri Muhammadiyah tersebut.
“Enggak adil rasanya Jakarta hanya punya Masjid Besar Kiai Hasyim Asy’ari, Jakarta harus ada Masjid KH Ahmad Dahlan,” kata Pramono saat menghadiri pelantikan Pengurus Forum Ulama Habaib (FUHAB) di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Selasa (18/8/2026).
Masjid KH Ahmad Dahlan ditargetkan mulai terealisasi pada akhir 2026. Jika lahan yang disiapkan mencapai sekitar 5 hektare, kawasan tersebut berpotensi tidak hanya menjadi lokasi ibadah, tetapi juga pusat berbagai kegiatan keagamaan dan sosial Muhammadiyah di Jakarta Timur.
Bagi Muhammadiyah, masjid memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar tempat menjalankan ibadah. Masjid dapat menjadi pusat pembinaan keagamaan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pelayanan sosial, hingga ruang interaksi masyarakat.
Namun, sebelum pembangunan berjalan, Pemprov DKI Jakarta dan Muhammadiyah masih perlu memastikan sejumlah hal. Di antaranya lokasi pasti, status dan pemanfaatan lahan, skema pembangunan, serta konsep pengembangan kawasan di Cakung.
Jika rencana tersebut berjalan sesuai target, kehadiran Masjid KH Ahmad Dahlan akan menambah salah satu pusat kegiatan keagamaan dan sosial Muhammadiyah di Ibu Kota. (*)
