Kim Sang-sik Ingin Bawa Vietnam Cetak Sejarah di Final Piala AFF 2026
Pelatih Timnas Vietnam Kim Sang-sik bereaksi pada pada pertandingan leg kedua semifinal Piala AFF 2026 menghadapi Timnas Malaysia di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (19/8/2026). (Foto arsip: aseanutdfc.com)
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID, JAKARTA — Pelatih Timnas Vietnam Kim Sang-sik berambisi membawa timnya mencetak sejarah dengan mempertahankan gelar juara Piala AFF dua edisi secara beruntun.
Misi tersebut akan ditentukan saat Vietnam menjamu Thailand pada leg kedua final Piala AFF 2026 di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (26/8/2026). Vietnam berada dalam posisi menguntungkan setelah menang 2-0 pada leg pertama di kandang Thailand.
Kim Sang-sik menyadari peluang Vietnam untuk mengangkat trofi semakin terbuka. Namun, pelatih asal Korea Selatan itu meminta anak asuhnya tetap fokus karena pertandingan belum berakhir.
“Besok akan menjadi hari bersejarah untuk sepak bola Vietnam dan orang yang menuliskan sejarah itu adalah pemain,” ujar Kim, dikutip dari laman resmi ASEAN United FC, Selasa (25/8/2026).
Vietnam memang memiliki kesempatan untuk menorehkan catatan baru. Sejak Piala AFF bergulir, Vietnam belum pernah mampu mempertahankan gelar juara secara beruntun.
The Golden Star Warriors sebelumnya menjadi kampiun pada edisi 2008, 2018, dan 2024. Jika kembali menjadi juara pada 2026, Vietnam akan mencatat gelar kedua secara beruntun setelah menjuarai turnamen dua tahun lalu.
Kim Sang-sik juga berpeluang masuk dalam daftar pelatih yang berhasil membawa sebuah negara mempertahankan gelar Piala AFF. Jika Vietnam sukses mengamankan trofi, ia akan menjadi pelatih kelima yang mampu melakukan pencapaian tersebut.
Sebelumnya, Raddy Avramovic bersama Singapura, Peter Withe dan Kiatisuk Senamuang bersama Thailand, serta Mano Polking bersama Thailand pernah membawa timnya mempertahankan gelar Piala AFF.
Persiapan Vietnam Menuju Sejarah
Kim mengatakan, skuad Vietnam sudah menjalani persiapan panjang untuk menghadapi Piala AFF 2026. Kerja keras selama sekitar dua bulan membuat timnya berhasil mencapai partai puncak.
Pelatih berusia 49 tahun itu ingin perjuangan tersebut berakhir dengan pencapaian bersejarah di hadapan pendukung sendiri.
“Mereka telah bekerja sangat keras selama dua bulan terakhir hingga mencapai laga final. Besok, kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik, menyuguhkan pertandingan yang memukau, serta berusaha menciptakan kenangan indah bagi semua orang,” kata Kim.
Keunggulan dua gol memang menjadi modal besar bagi Vietnam. Meski demikian, Kim tidak ingin para pemain terlena dengan hasil leg pertama.
“Saya tahu kita memiliki keunggulan, tetapi sampai saat ini belum ada hasil pasti di tangan kita. Besok, saya akan meminta para pemain untuk memberikan yang terbaik agar kita bisa meraih hasil yang kita inginkan,” tegas Kim.
Thailand Siapkan Misi Comeback
Di kubu Thailand, pelatih Anthony Hudson justru melihat tekanan lebih besar berada di pihak Vietnam. Bermain di kandang sendiri dengan keunggulan agregat 2-0 membuat tuan rumah dituntut mampu menjaga keunggulan tersebut.
“Tekanannya benar-benar ada di Vietnam. Saat unggul 2-0 dan bermain di kandang sendiri, bisa dikatakan tekanan ada pada tim tuan rumah untuk meraih hasil positif dan memenangkan pertandingan,” ujar Hudson.
Thailand harus bekerja ekstra keras untuk membalikkan keadaan. Mereka membutuhkan kemenangan minimal dengan selisih tiga gol agar bisa merebut gelar juara dari Vietnam.
Hudson mengakui tugas tersebut tidak mudah. Namun, pelatih asal Inggris itu tetap percaya para pemainnya mampu memberikan perlawanan sengit.
“Salah satu kekuatan mereka adalah menghadirkan kualitas, energi, dan keberanian. Bagi saya, untuk pertandingan besok, kami menginginkan keberanian itu dari para pemain,” jelasnya.
Hudson juga menaruh harapan kepada para pemain muda Thailand. Menurut dia, keberanian dan kepercayaan diri menjadi modal penting untuk menghadapi situasi sulit di final.
“Bagi para pemain kami, khususnya pemain muda, kuncinya adalah tampil tanpa rasa takut serta menunjukkan kepribadian dan kualitas mereka. Itulah fokus kami untuk besok,” pungkas Hudson.
Dengan keunggulan agregat 2-0, Vietnam hanya membutuhkan hasil imbang saja untuk memastikan gelar. Sebaliknya, Thailand harus tampil agresif sejak awal demi membuka peluang melakukan comeback sekaligus menggagalkan ambisi Vietnam mencetak sejarah.
(Sumber: ASEAN United)
