PARFI Berduka, Sutradara Eugene Panji Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
Eugene Panji saat menandatangani komik "Bangsatnya Cinta Pertama" di Jakarta pada Sabtu (20/5/2023). (Foto: Antara)
Editor: Devona R
GEBRAK.ID — Kabar duka menyelimuti dunia perfilman Indonesia. Sutradara, produser, sekaligus penata artistik Eugene Panji meninggal dunia pada Selasa (25/8/2026), dalam usia 52 tahun.
Persatuan Artis Film Indonesia (PB PARFI) menyampaikan, belasungkawa atas kepergian salah satu insan kreatif yang dikenal melalui sejumlah karya film dan produksi visual di Tanah Air.
Ketua Humas PB PARFI, Evry Joe, mengatakan Eugene Panji merupakan sosok sutradara berbakat yang telah memberikan warna bagi industri perfilman Indonesia.
“Beliau termasuk sutradara yang berbakat. Kami dari PB PARFI mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Mas Eugene Panji di usia 52 tahun,” kata Evry Joe dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Evry juga mendoakan agar Eugene Panji mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan dapat menerima kepergian tersebut dengan tabah dan ikhlas.
“Semua kita bakal berpulang, namun Tuhan lebih sayang memanggil hamba-Nya lebih dulu. Selamat jalan, Mas Panji,” ujar Evry.
Jejak Eugene Panji di Dunia Film
Eugene Panji dikenal sebagai salah satu pekerja kreatif yang aktif di berbagai bidang produksi film dan visual. Kiprahnya tidak hanya sebagai sutradara, tetapi juga mencakup pekerjaan sebagai produser dan penata artistik.
Sejumlah film pernah lahir dari tangan Eugene Panji. Salah satunya Cita-Citaku Setinggi Tanah yang dirilis pada 2012.
Lima tahun kemudian, ia menggarap film musikal anak-anak Naura & Genk Juara pada 2017. Eugene juga menyutradarai Thamrin 22 Menit pada 2018.
Karya lainnya adalah drama romantis Bangsatnya Cinta Pertama yang hadir pada 2023. Film tersebut turut memperlihatkan konsistensinya dalam menggarap cerita dengan pendekatan visual yang kuat.
Tak hanya berkarya melalui film, Eugene Panji juga terlibat dalam berbagai produksi visual untuk sejumlah musisi ternama Indonesia.
Namanya tercatat pernah menangani karya visual yang berkaitan dengan musisi seperti Slank, Agnez Mo, Tompi, dan Cokelat.
Kepergian Eugene Panji meninggalkan jejak panjang di dunia kreatif Indonesia. Bagi PB PARFI, kiprah dan karya almarhum menjadi bagian dari perjalanan industri film Tanah Air yang patut dikenang.
(Sumber: Antara)
