Mobil Listrik Tiba-Tiba Mati di Jalan? Ini yang Harus Dilakukan, Beda dengan Mobil Bensin

1787714377588

Kasus BYD Atto 1 Mogok & Emergency Call Tak Nyambung Jadi Sorotan.(Foto:tangkapan layar)

Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID,JAKARTA—Insiden mobil listrik BYD Atto 1 yang mendadak mati total di tengah jalan ramai baru-baru ini menyita perhatian publik. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat penting bahwa karakteristik mogok pada kendaraan listrik (EV) sangat berbeda dengan mobil konvensional berbahan bakar minyak (ICE).

Jika mobil bensin biasanya menunjukkan “gejala” seperti bunyi mesin tidak beraturan sebelum akhirnya mati, mobil listrik justru bisa langsung “diam” tanpa peringatan berarti. Lantas, apa yang harus dilakukan jika hal serupa terjadi di jalan raya?

Kasus BYD Atto 1: Mogok di Tengah Jalan, Emergency Call Tak Merespons

Viral di media sosial, seorang pemilik BYD Atto 1 mengalami insiden mengerikan saat mobilnya tiba-tiba mengalami system failure dan berhenti total di tengah lalu lintas padat. Melalui akun Threads @sugilico, pemilik mengungkapkan kekalutan saat mobilnya menolak melaju meski semua sistem kelistrikan seperti AC dan lampu masih menyala, serta layar instrumen menunjukkan sisa daya baterai 109 km.

“Baru kali ini tadi sore ngalamin sendiri. Mana lagi bawa anak pula. Bener-bener mobilnya nggak bisa jalan gara-gara system failure,” tulisnya, dikutip Minggu (24/8/2026). Lebih parah lagi, upaya menghubungi tombol emergency call resmi BYD tidak membuahkan hasil. Bahkan, sales yang dihubungi pun mengaku kesulitan mengakses layanan tersebut . “Kocak, emergency call-nya nggak bisa-bisa Mantab kan,” keluhnya.

Mengapa Mobil Listrik Bisa Tiba-Tiba Mati? Ini Penjelasan Pakar

Berbeda dengan mobil ICE yang berhenti karena masalah pasokan bahan bakar atau pengapian, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi, menjelaskan bahwa EV biasanya mati karena kegagalan pada sistem manajemen energi atau sirkuit proteksi. Berikut adalah beberapa penyebab paling umum:

1. Aki 12V (Auxiliary Battery) Soak

Meski memiliki baterai utama bertegangan tinggi, semua komponen cerdas mobil listrik (komputer, sensor, lampu) bergantung pada aki 12V. “Jika baterai 12V drop atau mati, main relay tidak bisa menutup, sehingga daya dari baterai besar tidak bisa mengalir ke motor penggerak. Mobil akan mati total meskipun persentase baterai utama masih 80 persen,” jelas Agus.

2. Sistem Manajemen Baterai (BMS) Aktif Memutus Daya

BMS bertindak sebagai “otak” yang memantau kesehatan baterai secara real-time. Jika terdeteksi panas berlebih (overheating) pada baterai atau inverter, sistem akan langsung memutus aliran listrik untuk mencegah risiko kebakaran atau kerusakan permanen

3. Sistem Pengaman Tegangan Tinggi (HVIL)

Mobil listrik dilengkapi mekanisme High Voltage Interlock Loop yang langsung mematikan sistem dalam hitungan milidetik jika sensor mendeteksi kebocoran arus atau sambungan kabel tegangan tinggi yang longgar.

Beda dengan Mobil Bensin, Ini yang Harus Dilakukan Saat EV Mogok

Ketua Program Studi Teknik Sistem Energi Telkom University, Kharisma Bani Adam, menekankan bahwa penanganan mobil listrik yang mogok tidak bisa disamakan dengan mobil bensin.

Berikut panduan yang direkomendasikan :

1. Jangan Panik dan Usahakan Tepi

Meski setir akan terasa berat karena sistem kemudi elektrik (EPS) mati, arahkan mobil ke bahu jalan jika masih ada kesempatan. Nyalakan lampu hazard dan pasang segitiga pengaman. .2. Coba ‘Jumper’ Aki 12V

Jika penyebabnya adalah aki 12V drop, pengendara bisa melakukan jumper daya untuk menghidupkan sistem elektronik dan membebaskan rem parkir agar mobil bisa dipindahkan ke posisi netral.

3. Jangan Didorong Sembarangan

Berbeda dengan mobil transmisi manual, mobil listrik yang mati total tidak bisa didorong karena transmisi terkunci. “Kalau tidak ada power, tidak ada cara cepat untuk melepas penguncian. Jadi mobil tetap terkunci,” jelas Pendiri EV Safe sekaligus dosen di National Battery Research Institute, Mahaendra Gofar.

4. Gunakan Derek Gendong (Flatbed Towing)

Jika harus dievakuasi, pastikan menggunakan truk derek gendong, bukan ditarik dengan tali. “Motor listrik, inverter, dan sistem parkir elektronik bisa rusak jika diderek dengan roda menyentuh jalan,” tegas Sriyono, staf pengajar di UPI Bandung.

5. Hubungi Layanan Darurat (Jika Bisa)

Upayakan kontak call center resmi pabrikan. Namun, seperti dialami pemilik BYD Atto 1, jika layanan ini tidak responsif, solusi paling aman adalah menghubungi layanan derek profesional yang memahami prosedur penanganan EV.

Solusi Unik: AI Bisa Jadi Penolong Darurat?

Menariknya, dalam kasus BYD Atto 1, beberapa pemilik lain mengaku berhasil mengatasi system failure dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) seperti Gemini untuk mencari solusi, sementara layanan darurat resmi tidak kunjung datang. Meski demikian, para pakar tetap mengingatkan bahwa langkah paling aman adalah mematuhi prosedur keselamatan dasar dan menunggu bantuan teknisi profesional yang memahami sistem tegangan tinggi pada kendaraan listrik.

(berbagai sumber)