I.League Izinkan Kehadiran Suporter Tandang Lagi tapi akan Dievaluasi Setiap Laga
I.League memastikan kehadiran suporter tim tamu atau suporter away pada kompetisi sepak bola Indonesia musim 2026/2027 akan dievaluasi dari pertandingan ke pertandingan. (Foto: I.League)
GEBRAK.ID — I.League memastikan kehadiran suporter tim tamu atau suporter away pada kompetisi sepak bola Indonesia musim 2026/2027 akan dievaluasi dari pertandingan ke pertandingan.
Kebijakan ini menjadi perubahan penting setelah suporter tandang tidak diperbolehkan hadir sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. Mulai musim 2026/2027, I.League kembali membuka akses bagi pendukung klub tamu dengan sejumlah ketentuan.
Direktur Utama I.League Ferry Paulus mengatakan, evaluasi akan berlangsung secara berkala untuk memastikan penerapan kebijakan tersebut berjalan sesuai ketentuan.
“Tentunya day by day, pertandingan per pertandingan kita pasti akan melakukan evaluasi. Tetapi evaluasi itu lebih kepada reinforcement atau penyegaran, pendampingan, dan asistensi saja,” kata Ferry dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2026).
Ferry menegaskan I.League bukan pihak yang memberikan sanksi ketika terjadi pelanggaran. Menurut dia, kewenangan tersebut berada di Komite Disiplin (Komdis) atau badan yudisial terkait.
Meski kembali mengizinkan suporter away, I.League tidak menerapkan kebijakan tersebut secara seragam di seluruh pertandingan. Laga dengan tingkat rivalitas tinggi tetap mendapat perhatian khusus.
Pertandingan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta serta duel Persebaya Surabaya melawan Arema FC menjadi contoh laga yang kemungkinan tetap tanpa kehadiran suporter tim tamu.
“Yang masih punya rivalitas tinggi, bukan hanya kita membuat regulasi. Saya punya keyakinan pihak kepolisian juga akan melarang,” ujar Ferry.
Tanggung Jawab Ada di Klub
I.League telah menyepakati kebijakan tersebut bersama para pemilik klub dalam RUPS. Ferry menyebut klub memegang tanggung jawab besar dalam mengendalikan suporter masing-masing.
“Suporter away sudah diizinkan dengan catatan. Yang paling signifikan, tanggung jawab sepenuhnya ada di suporter di bawah pengendalian klub itu sendiri,” katanya.
Menurut Ferry, keputusan mengembalikan suporter tandang juga mempertimbangkan sejumlah pengalaman positif. Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, kelompok suporter klub tamu dapat berkunjung ke kandang lawan tanpa menimbulkan masalah.
Ia mencontohkan Bonek Mania yang pernah bertandang ke Jakarta serta Jakmania yang melakukan kunjungan ke Surabaya.
“Modal itulah yang kita sampaikan ke FIFA dan terutama ke PSSI untuk bisa diberikan izin ini,” jelas Ferry.
Kompetisi Super League 2026/2027 akan dimulai pada 4 September melalui pertandingan Arema FC kontra Isenmulang Kalteng FC. Sementara itu, kompetisi Championship dijadwalkan bergulir mulai 11 September dengan laga PSIS Semarang melawan PSPS Pekanbaru.
(Sumber: I.League)
